DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kasus gantung diri kembali menggemparkan. Pagi itu berubah menjadi mimpi buruk bagi INM, 57. Harapannya sekadar menengok tanaman bunga di kebun milik keluarga di Banjar Sigaran, Desa Mekar Buana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu (3/01/2025), justru berujung pada temuan paling menyayat hati. Sebab anak kandungnya, IWBP, 27, telah terbujur kaku dalam kondisi tergantung di atas pohon alpukat.
Untuk diketahui, IWBP diduga nekat mengakhiri hidup karena persoalan asmara. Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 Wita.
Sebelumnya, pada Jumat malam, IWBP sempat berpamitan kepada ayahnya untuk membeli rokok ke warung. Ia pergi mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX DK 6867 FCX, mengenakan jas hujan dan helm. Namun hingga larut malam, korban tak kunjung pulang.
Baca Juga: Duh! Diduga Tertekan Bullying, Siswi SMP Coba Bunuh Diri, Untung Selamat di Jurang Tukad Ngongkong
“Orang tua korban tidak menaruh curiga karena mengira korban pergi ke rumah pacarnya,” ujar PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Senin (4/01/2025).
Keesokan paginya, sang ayah mencoba menghubungi korban, namun ponsel tak merespons. Dengan perasaan tak menentu, INM berangkat ke kebun miliknya untuk melihat tanaman.
Setibanya di lokasi, firasat buruk mulai terasa ketika ia melihat sepeda motor anaknya terparkir di sekitar perkebunan.
Sambil memanggil nama IWBP, INM menyisir area kebun. Tak ada jawaban. Hingga akhirnya pandangan matanya tertuju ke sebuah pohon alpukat. Di sanalah ia mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung.
“Korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung di pohon alpukat,” ungkap Aiptu Ayu.
Dengan tubuh gemetar, saksi kembali ke rumah untuk memberitahu keluarga dan warga sekitar. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Abiansemal bersama Tim Inafis Polres Badung langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan tidak mengenakan baju, hanya memakai celana pendek warna krem dan tertutup jas hujan warna orange. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Aiptu Ayu.
Dugaan kuat motif bunuh diri mengarah pada persoalan asmara. Hal tersebut diperkuat dengan ditemukannya sepucuk surat yang ditinggalkan korban, berisi curahan masalah hubungan pribadi yang tengah dihadapinya.
“Diduga kuat korban mengakhiri hidupnya karena masalah asmara,” tegasnya.
Setelah proses identifikasi selesai, sekitar pukul 12.14 Wita, jasad IWBP langsung dimakamkan di Setra Desa Mekar Buana oleh pihak keluarga dibantu warga setempat. "Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman, terutama sang ayah yang menjadi saksi pertama tragedi memilukan tersebut," tutupnya.***
Editor : M.Ridwan