TABANAN, Radar Bali.id – Memasuki Januari 2026, masyarakat Kabupaten Tabanan diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Intensitas hujan yang meningkat hingga 20 persen mulai memicu rentetan bencana alam, mulai dari tanah longsor hingga pohon tumbang di sejumlah wilayah.
Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengonfirmasi bahwa curah hujan tinggi yang merata di Tabanan berpotensi besar menimbulkan banjir dan longsor. Salah satu kejadian teranyar adalah longsor di Banjar Dinas Asah Tegeh, Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan pada 2 Januari lalu.
"Material longsor sempat menutup total akses jalan kabupaten dan memutus arus lalu lintas. Namun, berkat kesiapsiagaan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama TNI, Polri, dan warga, jalur tersebut kini sudah bisa dilalui kembali," ungkap Srinadha Giri, Selasa (6/1/2026).
Langkah Antisipasi Dini
Pihak BPBD telah menginstruksikan seluruh jajaran petugas penanggulangan bencana untuk bersiaga penuh menerima laporan masyarakat. Giri juga mengimbau warga untuk melakukan langkah-langkah mandiri guna meminimalisir risiko:
- Gotong Royong: Membersihkan saluran air atau got di sekitar rumah agar tidak tersumbat.
- Stop Buang Sampah ke Sungai: Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran sungai dan memicu luapan air (banjir).
- Pantau Cuaca: Bagi warga di lereng perbukitan atau dataran tinggi, wajib memantau prakiraan cuaca secara rutin.
- Evakuasi Mandiri: Jika kondisi tanah mulai labil atau curah hujan ekstrem tidak berhenti, warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Keselamatan adalah prioritas. Kami minta masyarakat yang tinggal di zona rawan longsor untuk tidak memaksakan diri bertahan jika situasi membahayakan," tegasnya.[*]
Editor : Hari Puspita