RENDANG, RadarBali.id – Kabar duka menyelimuti pengempon Pura Pedarmaan Arya Gajah Para di kompleks Pura Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.
Bangunan suci berupa Meru Tumpang Sembilan yang baru saja rampung dibangun, ludes terbakar akibat disambar petir pada Minggu (11/1/2026).
Insiden tersebut terjadi di tengah cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem. Sambaran petir yang sangat kuat langsung memicu api di bagian atap meru yang terbuat dari bahan mudah terbakar.
Pamucuk Pemangku Pura Agung Besakih, Jro Gede Anglurah Bendesa, mengonfirmasi bahwa bangunan yang terbakar adalah Meru Tumpang Sembilan di area Pedarmaan Gajah Para. "Meru terbakar karena tersambar petir. Saat itu kondisi memang sedang hujan lebat," ungkapnya, Minggu sore.
Hal yang paling menyesakkan, bangunan meru tersebut baru saja selesai pengerjaannya secara fisik namun belum sempat difungsikan secara niskala. ”Bangunannya baru saja selesai dibangun dan bahkan belum sempat dipelaspas (diupacarai penyucian). Saat ini sebenarnya masih dalam proses persiapan,” terang Jro Gede Anglurah dengan nada prihatin.
Selain menghanguskan Meru Tumpang Sembilan, amukan si jago merah juga merembet dan membakar Pelinggih Menjangan Seluang yang lokasinya berdekatan dengan titik awal api.
Beruntung, api dapat segera dipadamkan sebelum merembet lebih luas ke bangunan suci lainnya di kompleks pura terbesar di Bali tersebut. Pihak pengelola pura juga telah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk penanganan lebih lanjut.
”Api sudah berhasil dipadamkan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kejadian ini,” tutupnya.[*]
Editor : Hari Puspita