Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Balada PMI Asal Tulamben, Karangasem, Sebelum Tewas di Turki: Pesan Terakhir itu Terngiang, "Bli, Tiang Tidak Betah, Kangen Anak..."

Zulfika Rahman • Senin, 12 Januari 2026 | 06:48 WIB
KENANGAN YANG TERSISA : Salah seorang keluarga memperlihatkan foto mendiang Ni Komang Dewantari, PMI yang meninggal tenggelam di Turki. (Zulfika Rahman/Radar Bali)
KENANGAN YANG TERSISA : Salah seorang keluarga memperlihatkan foto mendiang Ni Komang Dewantari, PMI yang meninggal tenggelam di Turki. (Zulfika Rahman/Radar Bali)

 

Sebuah pesan penuh rindu menjadi kenangan terakhir yang ditinggalkan Ni Komang Dewantari ,31, PMI asal Tulamben yang ditemukan meninggal dunia di pesisir pantai Turki. Ibu dua anak ini sempat menghubungi suaminya, I Gede Putra Mariasa, tepat dua hari sebelum dikabarkan hilang pada 22 Desember 2025.

GURAT sedih itu tergambar. "Mendiang bilang tidak betah kerja di sana. Katanya sangat ingin pulang karena rindu dengan dua anaknya yang masih SD," kenang I Wayan Guntur, paman korban, saat ditemui di rumah duka.

Dewantari baru lima bulan bekerja sebagai terapis di Turki. Meski sempat ada masalah keluarga yang membuatnya tinggal di rumah orang tua sebelum berangkat, komunikasi dengan suaminya tetap terjalin.

Nahas, setelah telepon penuh isak tangis itu, nomor ponselnya tidak lagi aktif hingga pihak keluarga menerima kabar duka dari KBRI pada hari Natal.

Berdasarkan hasil autopsi dari rumah sakit di Turki, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Dewantari. Penyebab kematian dinyatakan murni karena tenggelam.

melalui proses administrasi yang panjang, jenazah tiba di Bali pada 8 Januari dan telah menjalani prosesi kremasi di setra setempat pada Sabtu (10/1/2026).

Kini, kedua anaknya yang masih kecil harus merelakan kepulangan sang ibu yang pergi untuk mencari nafkah, namun kembali dalam peti mati.[*]

Editor : Hari Puspita
#turki #pmi #terapis #karangasem #pekerja migran