TABANAN, Radar Bali.id – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pupuan, Tabanan, sejak Rabu (14/1/2026) memicu bencana tanah longsor di dua lokasi berbeda. Akibatnya, sejumlah fasilitas rumah warga mengalami kerusakan parah hingga menimbun area garase.
Musibah pertama menimpa kediaman I Nengah Mundra,68, di Banjar Dinas Bantiran, Desa Bantiran. Tembok penyengker sepanjang 5 meter ambrol dan material tanahnya menimbun garase rumah. Kejadian yang berlangsung pada Rabu sore ini dipicu oleh posisi tembok yang berada di ketinggian dekat dengan badan jalan.
Sementara itu, kerusakan lebih besar terjadi di Banjar Dinas Anggasari Kaja, Desa Munduk Temu. Senderan penyengker milik I Wayan Artawan sepanjang 17 meter dengan tinggi 5 meter jebol total. Tak hanya itu, longsor juga merusak pelinggih penunggun karang dan mengakibatkan tembok dapur rumah warga tersebut retak-retak.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, memastikan timnya telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan evakuasi. "Kami butuh waktu sekitar setengah hari untuk membersihkan material longsoran. Saat ini pendataan terus dilakukan agar warga bisa segera mendapat bantuan perbaikan," ujar Trisna, Kamis (15/1/2026).
BPBD Tabanan memperingatkan bahwa lokasi terdampak masuk dalam kategori zona rawan bencana. Warga pun diimbau untuk selalu waspada, terutama saat intensitas hujan meningkat.
"Bila terjadi hujan lebat dalam durasi lama, kami meminta warga demi keselamatan untuk segera mengungsi sementara ke tempat kerabat yang lebih aman," imbaunya.[*]
Editor : Hari Puspita