SINGARAJA, RadarBali.id – Baru dua pekan kalender 2026 berjalan, Kabupaten Buleleng sudah harus berhadapan dengan rentetan peristiwa alam yang menyebar di penjuru wilayah utara Pulau Dewata.
Terhitung sejak tanggal 1 hingga 14 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mencatat sedikitnya 53 titik bencana telah mengguncang wilayah "Bumi Panji Sakti".
Dominan Longsor dan Pohon Tumbang
Ancaman utama datang dari tanah longsor yang tercatat sebanyak 25 kejadian. Kecamatan Banjar menjadi wilayah paling terdampak dengan 14 insiden. Disusul oleh wilayah Kecamatan Sawan, Sukasada, hingga Busungbiu.
Tak hanya tanah yang bergeser, "teror" pohon tumbang juga menghantui pengguna jalan dan pemukiman dengan total 18 kejadian. Peta kerawanan tersebar mulai dari pusat kota Buleleng hingga wilayah barat di Seririt.
"Awal tahun ini cukup berat. Selain longsor dan pohon tumbang, kami juga menangani jalan jebol, banjir di Pancasari, kebakaran, hingga insiden warga hanyut di Desa Baktiseraga," ujar Kalaksa BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, Kamis (15/1/2026).
Upaya Penanganan dan Bantuan
Pemerintah daerah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan logistik darurat berupa paket sembako, alat kebersihan, matras, hingga terpal untuk sekolah-sekolah yang terdampak.
Mengenai kompensasi kerugian fisik, Suyasa menjelaskan bahwa tim gabungan dari Dinas PUTR dan Perkimta tengah melakukan asesmen mendalam. "Untuk fasilitas umum sudah kami susun pengajuannya. Untuk rumah warga, kami fokus pada bangunan tempat tinggal yang urgen melalui mekanisme BTT (Belanja Tak Terduga) pada Triwulan I nanti," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita