Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Baru Dua Minggu Memasuki 2026, Buleleng Sudah Terjadi 53 Bencana

Francelino Junior • Jumat, 16 Januari 2026 | 09:24 WIB
KERJA KERAS BERSIHKAN POHON TUMBANG: Petugas BPBD Buleleng Tengah membersihkan pohon tumbang yang merintangi jalan raya. (foto:BPBD Buleleng)
KERJA KERAS BERSIHKAN POHON TUMBANG: Petugas BPBD Buleleng Tengah membersihkan pohon tumbang yang merintangi jalan raya. (foto:BPBD Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBali.id – Baru dua pekan kalender 2026 berjalan, Kabupaten Buleleng sudah harus berhadapan dengan rentetan peristiwa alam yang menyebar di penjuru wilayah utara Pulau Dewata.

Terhitung sejak tanggal 1 hingga 14 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mencatat sedikitnya 53 titik bencana telah mengguncang wilayah "Bumi Panji Sakti".

Dominan Longsor dan Pohon Tumbang

Ancaman utama datang dari tanah longsor yang tercatat sebanyak 25 kejadian. Kecamatan Banjar menjadi wilayah paling terdampak dengan 14 insiden. Disusul oleh wilayah Kecamatan Sawan, Sukasada, hingga Busungbiu.

Tak hanya tanah yang bergeser, "teror" pohon tumbang juga menghantui pengguna jalan dan pemukiman dengan total 18 kejadian. Peta kerawanan tersebar mulai dari pusat kota Buleleng hingga wilayah barat di Seririt.

"Awal tahun ini cukup berat. Selain longsor dan pohon tumbang, kami juga menangani jalan jebol, banjir di Pancasari, kebakaran, hingga insiden warga hanyut di Desa Baktiseraga," ujar Kalaksa BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, Kamis (15/1/2026).

Upaya Penanganan dan Bantuan

 Pemerintah daerah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan logistik darurat berupa paket sembako, alat kebersihan, matras, hingga terpal untuk sekolah-sekolah yang terdampak.

Mengenai kompensasi kerugian fisik, Suyasa menjelaskan bahwa tim gabungan dari Dinas PUTR dan Perkimta tengah melakukan asesmen mendalam. "Untuk fasilitas umum sudah kami susun pengajuannya. Untuk rumah warga, kami fokus pada bangunan tempat tinggal yang urgen melalui mekanisme BTT (Belanja Tak Terduga) pada Triwulan I nanti," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #musibah #tanah longsor #pohon tumbang #bpbd