Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mimih Dewa Ratu! Tragedi di Desa Pancasari, Sukasada, Buleleng, Sejoli Ini Nekat Mengakhiri Hidup di Kos-kosan

Francelino Junior • Rabu, 21 Januari 2026 | 02:25 WIB

 

TRAGIS : Polisi mendatangi lokasi tempat sejoli nekat mengakhiri hidup di kamar kos-kosan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng.(istimewa)
TRAGIS : Polisi mendatangi lokasi tempat sejoli nekat mengakhiri hidup di kamar kos-kosan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng.(istimewa)

Warga Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, digegerkan dengan penemuan dua orang dalam kondisi tak bernyawa di dalam sebuah kamar kos pada Selasa (20/1/2026) siang. Pasangan yang diketahui berinisial Putu AS ,29, dan Kadek SBC,25, diduga nekat mengakhiri hidup bersama karena terjerat persoalan asmara.

KEJADIAN itu dituturkan Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengonfirmasi penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap saat rekan korban berinisial Kadek W ,24, datang berkunjung.

"Saksi merasa curiga karena motor korban ada di depan kamar, namun saat pintu diketuk berkali-kali tidak ada jawaban. Saksi kemudian meminta kunci cadangan kepada pemilik kos," jelas IPTU Yohana.

Upaya membuka pintu sempat terkendala karena kamar dikunci dari dalam. Saksi akhirnya memanjat dan melihat melalui roster tembok. Betapa terkejutnya saksi saat melihat kedua korban sudah dalam posisi tergantung di area antara kamar mandi dan dapur.

Diduga Motif Asmara Terlarang

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga motif di balik aksi nekat ini adalah persoalan cinta yang rumit. Putu AS yang berasal dari Desa Gobleg diketahui sudah berkeluarga, sementara Kadek SBC merupakan seorang gadis asal Desa Kubutambahan yang menyewa kos di lokasi tersebut.

"Motifnya diduga kuat karena permasalahan asmara. Korban laki-laki sudah memiliki istri, sementara korban perempuan berstatus lajang," tambah IPTU Yohana.

Tim medis yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan fisik secara mendalam dan menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Waktu kematian diperkirakan antara dua hingga enam jam sebelum ditemukan.

Pihak kepolisian menyatakan kejadian ini murni merupakan aksi bunuh diri. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Kejadian ini menjadi pengingat pilu tentang pentingnya dukungan mental dan komunikasi dalam menghadapi persoalan hidup yang berat. [*]

Editor : Hari Puspita
#kos-kosan #bunuh diri #sejoli #ulah pati #Desa Pancasari #buleleng