SINGARAJA,RadarBali.id– Semangat belajar siswa SDN 4 dan 5 Kubutambahan harus dibayar dengan perjuangan ekstra.
Usai penyegelan gedung sekolah mereka yang berbuntut pada belajar daring, kini ratusan siswa kembali belajar tatap muka, namun dengan status menumpang alias nebeng di sekolah lain mulai Rabu (21/1/2026).
Siswa SDN 4 kini menempati SDN 3 Kubutambahan, sementara siswa SDN 5 menggunakan gedung SDN 2 Kubutambahan. Aktivitas belajar pun harus bergeser ke siang hari, mulai pukul 12.30 hingga 18.00 Wita.
Kondisi ini memicu keterbatasan sarana; di beberapa kelas, tiga orang siswa terpaksa berdesakan duduk dalam satu bangku.
"Program belajar guru banyak tertinggal di sekolah asal (yang disegel), jadi kami siasati dengan meminjam tempat di sekolah terdekat agar siswa tetap memiliki acuan belajar," ujar Made Sudarma, Koordinator Pendidikan Kecamatan Kubutambahan.
Keluhan juga datang dari orang tua karena jarak sekolah yang jauh membuat siswa yang biasanya jalan kaki kini harus diantar-jemput.[*]
Editor : Hari Puspita