Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jembrana Diobrak-abrik Puting Beliung: 30 Titik Bencana Tersebar di 5 Kecamatan, Puluhan Rumah Rusak

Muhammad Basir • Kamis, 22 Januari 2026 | 11:15 WIB
DIOBRAK-ABRIK ANGIN : Kondisi rumah warga yang rusak karena angin puting beliung Rabu pagi. (foto: dok.Yudana)
DIOBRAK-ABRIK ANGIN : Kondisi rumah warga yang rusak karena angin puting beliung Rabu pagi. (foto: dok.Yudana)

 

NEGARA, RadarBali.id– Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jembrana pada Rabu (21/1/2026) dini hari.

Bencana yang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita ini mengakibatkan kerusakan masif pada rumah warga, tempat ibadah, hingga fasilitas umum di 19 desa/kelurahan.

Kecamatan Pekutatan menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah. Camat Pekutatan, I Wayan Yudana, menceritakan warga sempat mendengar suara gemuruh angin yang sangat keras sebelum atap-atap bangunan mulai berjatuhan.

Sebaran 30 Titik Bencana

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengonfirmasi bahwa seluruh kecamatan di Jembrana (5 kecamatan) terdampak oleh amukan cuaca ekstrem ini. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, tercatat ada 30 titik lokasi bencana.

Selain kerusakan bangunan, angin kencang memicu pohon tumbang di jalur utama. Di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru, pohon tumbang sempat menutup sebagian badan jalan. Sementara itu, di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, pohon perindang menimpa garasi mobil dan tembok milik warga.

Penanganan Darurat

Sejak Rabu pagi, tim BPBD Jembrana bersama warga dan aparat desa telah turun ke lokasi untuk melakukan gotong royong pembersihan puing bangunan dan ranting pohon.

"Kami sudah melakukan asesmen dan memberikan bantuan darurat kepada warga yang terdampak paling parah. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan, namun ditaksir mencapai puluhan juta rupiah," ujar Agus Artana.

Meskipun kerusakan bangunan cukup masif, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa ini. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.[*]

Editor : Hari Puspita
#angin puting beliung #bencana alam #jembrana #cuaca ekstrem #bpbd