NEGARA, RadarBali.id– Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jembrana pada Rabu (21/1/2026) dini hari.
Bencana yang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita ini mengakibatkan kerusakan masif pada rumah warga, tempat ibadah, hingga fasilitas umum di 19 desa/kelurahan.
Kecamatan Pekutatan menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah. Camat Pekutatan, I Wayan Yudana, menceritakan warga sempat mendengar suara gemuruh angin yang sangat keras sebelum atap-atap bangunan mulai berjatuhan.
- Dampak di Desa Pekutatan: Sedikitnya 6 rumah di Banjar Dauh Pangkung rusak berat.
- Kerugian Lain: Satu unit sepeda motor milik warga ringsek tertimpa rangka atap yang terbang terbawa angin.
- Kondisi Bangunan: Kerusakan didominasi pada bagian atap, area dapur, dan teras rumah warga.
Sebaran 30 Titik Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengonfirmasi bahwa seluruh kecamatan di Jembrana (5 kecamatan) terdampak oleh amukan cuaca ekstrem ini. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, tercatat ada 30 titik lokasi bencana.
Selain kerusakan bangunan, angin kencang memicu pohon tumbang di jalur utama. Di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru, pohon tumbang sempat menutup sebagian badan jalan. Sementara itu, di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, pohon perindang menimpa garasi mobil dan tembok milik warga.
Penanganan Darurat
Sejak Rabu pagi, tim BPBD Jembrana bersama warga dan aparat desa telah turun ke lokasi untuk melakukan gotong royong pembersihan puing bangunan dan ranting pohon.
"Kami sudah melakukan asesmen dan memberikan bantuan darurat kepada warga yang terdampak paling parah. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan, namun ditaksir mencapai puluhan juta rupiah," ujar Agus Artana.
Meskipun kerusakan bangunan cukup masif, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa ini. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.[*]
Editor : Hari Puspita