TABANAN, RadarBali.id – Kabar mengejutkan datang dari jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tabanan.
Kompyang Gede Pasek Wedha secara mendadak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Perumda Sanjaya Ning Singasana pada Jumat lalu (23/1/2026).
Keputusan ini tergolong tidak terduga mengingat masa jabatan Kompyang sejatinya masih berlangsung hingga 9 April 2026.
Belakangan terungkap bahwa alasan pengunduran diri tersebut adalah karena ia tengah mengikuti seleksi pimpinan direksi di Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung.
Sekda Tabanan sekaligus Dewan Pengawas Perumda Sanjaya Ning Singasana, I Gede Susila, membenarkan informasi tersebut meski baru menerima penyampaian secara lisan. "Informasinya memang mundur, tapi saya belum melihat fisik suratnya. Kami harus lapor dulu ke Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) untuk menentukan langkah pengisian jabatan yang kosong," ujar Susila, Minggu (25/1/2026).
Senada dengan Sekda, Sekretaris Dewan Pengawas I Nyoman Hari Sujana mengaku cukup kaget karena selama ini koordinasi kerja berjalan sangat intens tanpa ada tanda-tanda pengunduran diri.
Namun, ia menegaskan secara aturan hal tersebut diperbolehkan selama mendapat persetujuan Bupati.
"Ada dua opsi untuk mengisi kekosongan jabatan ini, bisa melalui penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) atau membuka seleksi baru oleh Tim Pansel," jelas Hari Sujana.
Saat dikonfirmasi terpisah, Kompyang Gede Pasek Wedha tidak menampik kabar "hijrahnya" ke kabupaten tetangga. Ia mengonfirmasi telah mengirimkan surat resmi dan tengah menunggu pengumuman di Badung. "Iya, saya sudah ikut seleksi di Perumda Badung. Astungkara, jadwal penetapannya hari Selasa ini kalau tidak ada perubahan," pungkasnya singkat.[*]
Editor : Hari Puspita