SEMARAPURA, Radar Bali.id– Hujan deras yang mengguyur wilayah Klungkung pada Kamis (23/1/2026) sore memicu pohon cengkih di kawasan Cagar Budaya Sarkofagus, Dusun Bajing, Desa Tegak, Klungkung, tumbang. Meski menimpa area sakral, benda cagar budaya utama dilaporkan selamat.
Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, I Wayan Suteja, mengonfirmasi bahwa sarkofagus tidak mengalami kerusakan. Namun, sejumlah bangunan penunjang mengalami kerusakan cukup serius. Antara lain:
Bangunan pelindung sarkofagus, pelinggih Padma Sari, tembok pekarangan sepanjang kurang lebih dua meter dan bangunan tempat persembahyangan.
"Rencananya pada Selasa (27/1/2026), kami akan melakukan pembersihan bersama BPBD Klungkung. Kami juga akan menebang pohon-pohon yang dinilai berpotensi membahayakan kawasan cagar budaya tersebut," jelas Suteja.
Rencana Penataan Ulang
Menyusul insiden ini, Pemkab Klungkung, bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Balai Pelestarian Kebudayaan di Gianyar. Suteja mengungkapkan pihaknya tidak hanya mengusulkan perbaikan, tetapi penataan ulang secara menyeluruh.
"Selama ini bangunan pelindung masih menggunakan material sederhana seperti batako. Kami berharap ke depan kawasan ini ditata lebih indah dan kokoh, sehingga nilai pelestarian dan perlindungan cagar budaya benar-benar terjaga," tandasnya.[*]
Editor : Hari Puspita