Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hadeeh, Emosi Sesaat Sempat Meledak Gegara Voli, Polisi dan Tokoh Adat Nusa Penida akhirnya Redam Bentrok Antarwarga

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Rabu, 28 Januari 2026 | 07:42 WIB
DIDAMAIKAN : Ketegangan antarwarga akibat laga bola voli dimediasi di Balai Desa Adat Panca Mandala Gita Desa Klumpu, Nusa Penida.(Foto: Polsek Nusa Penida)
DIDAMAIKAN : Ketegangan antarwarga akibat laga bola voli dimediasi di Balai Desa Adat Panca Mandala Gita Desa Klumpu, Nusa Penida.(Foto: Polsek Nusa Penida)

 

NUSA PENIDA, RadarBali.id – Ketegangan sempat menyelimuti Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, menyusul perselisihan antara dua tim bola voli lokal, yakni Tim Baledan dan Tim Iseh.

Beruntung, potensi bentrok antarwarga tersebut berhasil diredam melalui mediasi cepat yang melibatkan aparat gabungan TNI-Polri serta tokoh masyarakat setempat, Senin (26/1/2026) malam.

Konflik ini dipicu oleh kesalahpahaman saat pertandingan yang diperparah dengan beredarnya rekaman video berisi ucapan tidak pantas. Video tersebut memicu ketersinggungan mendalam bagi warga Banjar Iseh, hingga situasi sempat memanas dan mengancam kondusivitas desa.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menyatakan bahwa pihaknya mengambil langkah cepat dan humanis untuk mencegah konflik sosial yang lebih luas.

"Ketegangan ini berhasil diredam dengan mengedepankan kearifan lokal dan nilai-nilai musyawarah. Kami tidak ingin kesalahpahaman di lapangan voli berkembang menjadi konflik antarbanjar," ujar Kompol Kesuma Jaya, Selasa (27/1/2026).

Mediasi Berbasis Sipandu Beradat

Proses perdamaian dilakukan di Balai Desa Adat Panca Mandala Gita melalui sistem Sipandu Beradat (Sistem Pengamanan Terpadu Berbasis Desa Adat).

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Agung Suparta dan Babinsa Kopka I Kadek Parta, dengan menghadirkan Bendesa Adat, prajuru adat kedua banjar, serta tokoh masyarakat.

Dalam suasana kekeluargaan yang terbuka, kedua belah pihak akhirnya menyadari kekhilafan masing-masing. Dialog yang jujur tersebut berujung pada kesepakatan damai dan aksi saling memaafkan.

"Kesepakatan perdamaian ini telah ditegaskan melalui surat pernyataan resmi. Ini merupakan komitmen bersama para tokoh dan warga untuk terus menjaga keharmonisan di Desa Klumpu," tandas Kapolsek.

Kini, situasi di Desa Klumpu dilaporkan telah kembali kondusif, dan warga diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi provokasi di media sosial guna menjaga persaudaraan. [*]

Editor : Hari Puspita
#cekcok #bentrok #keributan anak muda #nusa penida #kegaduhan #mediasi