Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Akhir dari Kelakuan Mengamuk dan Ogah Bayar Makan di Lovina, Bule Belarusia Kini Menanti Deportasi di Rudenim Denpasar

Francelino Junior • Kamis, 29 Januari 2026 | 20:57 WIB
KELAKUAN MENYEBALKAN : Pisarenka Pavel tak memakai baju saat di Kantor Rudenim, Denpasar. ( Foto: Imigrasi Singaraja untuk Radar Bali)
KELAKUAN MENYEBALKAN : Pisarenka Pavel tak memakai baju saat di Kantor Rudenim, Denpasar. ( Foto: Imigrasi Singaraja untuk Radar Bali)

 

Aksi meresahkan warga negara asing (WNA) asal Belarusia, Pisarenka Pavel,31, ini memang menyebalkan. Gara-gara berulah dan mengamuk di kawasan wisata Lovina, Pavel kini harus mendekam di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar untuk menunggu proses deportasi : pulang kampung ke negaranya

APA  yang dilakukan memang sudah keterlaluan tabiatnya. Kronologi bermula pada Selasa (27/1/2026) saat Pavel yang tampak stres bak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ini mendatangi sebuah hotel dan warung di Lovina.

Kelakuan memuakkan Pisarenka Pavel ini juga sempat viral di media sosial (medsos). Dia juga sempat mengancam orang yang memvideokan sepak terjangnya. Antara lain dengan menyilangkan tangannya ke bagian lehernya. Isyarat hendak memotong leher orang saja layaknya.

Di hotel, ia meminta sarapan dan perpanjangan menginap namun menolak membayar. Seperti hotelnya nenek moyangnya saja.

Aksi serupa ia ulangi di sebuah warung. Khawatir akan menjadi sasaran amuk massa, aparat kepolisian segera mengamankan pria yang masuk ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VoA) tersebut.

Tindakan Tegas Imigrasi

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Anak Agung Gde Kusuma Putra, mengonfirmasi bahwa Pavel telah dipindahkan ke Rudenim Denpasar pada Kamis (29/1/2026) dengan pengawalan ketat.

Ini tentu upaya preventif yang sangat beralasan. Karena kejiwaan Pavel yang labil, terlihat depresi dan meledak-ledak. Seperti tidak memakai baju dan marah-marah.

"Ini adalah tindakan administratif keimigrasian atas rekomendasi kepolisian karena yang bersangkutan melanggar keamanan dan ketertiban umum," ujar Kusuma Putra. Saat ini, Pavel tengah menunggu tiket kepulangan ke negaranya untuk segera dideportasi dari tanah Bali.[*]

Editor : Hari Puspita
#lovina #belarusia #imigrasi #rudenim #deportasi #bule stres