JEMBRANA, Radar Bali.id – Upaya penyelamatan dramatis terhadap seekor paus sperma Kerdil (Kogia breviceps) yang terdampar di Pantai Tembles berakhir duka.
Meski sempat mendapatkan perawatan medis intensif di keramba Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI) Buleleng, mamalia laut yang dilindungi ini dinyatakan mati pada Rabu (28/1/2026) sore.
Hasil nekropsi (bedah bangkai) menunjukkan adanya luka serius pada sistem pernapasan paus tersebut.
"Ada perubahan warna pada paru-paru dan ditemukan busa, yang mengindikasikan banyak air laut masuk saat paus terdampar, sehingga menyebabkan gagal napas," ujar drh. Deny Rahmadani dari JSI.
Kabar baiknya, tidak ditemukan sampah plastik di dalam saluran pencernaan paus ini. Tim medis menduga penyebab terdamparnya paus adalah disorientasi atau hilang arah.
Meski bukan karena plastik, drh. Deny mengingatkan bahwa ancaman sampah laut tetap menghantui biota laut lainnya di Bali, berkaca pada kasus-kasus sebelumnya.
Usai dibedah untuk kepentingan data sains, bangkai paus yang sempat dua kali terdampar ini akhirnya dikuburkan sesuai prosedur konservasi.[*]
Editor : Hari Puspita