NEGARA, RadarBali.id – Upaya pengangkatan bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dari dasar Selat Bali mulai membuahkan hasil. Namun, di sisi lain juga membawa kabar duka.
Dua jenazah yang diduga kuat merupakan korban yang selama ini terjebak di dalam kapal atau kendaraan, muncul ke permukaan saat proses evakuasi berlangsung, Minggu (1/2/2026).
Penemuan pertama terjadi pukul 07.15 Wita. Saat crane dari kapal BC Pioneer 88 sedang mengangkat bangkai truk kuning dari dasar laut, sesosok jasad tiba-tiba muncul dari kedalaman.
Jasad tersebut sempat terseret arus sejauh satu mil ke arah utara sebelum berhasil dievakuasi tim gabungan ke Pantai Cemara, Gilimanuk.
Identifikasi Masih Berjalan
Penemuan kedua menyusul pada pukul 14.25 Wita oleh seorang nelayan di sisi utara Pelabuhan LCM Gilimanuk.
- Jasad Pertama: Diserahkan ke Satpolairud Polresta Banyuwangi untuk identifikasi di RSUD Blambangan.
- Jasad Kedua: Saat ini masih dititipkan di kamar jenazah RSU Negara.
"Mayat masih dititipkan dan belum diidentifikasi secara resmi. Kami terus berkoordinasi dengan kepolisian," ujar Direktur RSU Negara, I Gusti Agung Putu Arisantha.
Patroli Diperketat
Kasatpolairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, menyatakan bahwa pihaknya kini mengintensifkan patroli di sepanjang pesisir dan perairan Selat Bali. Mengingat kapal mulai diangkat, ada potensi korban lain yang terjepit akan muncul ke permukaan.
"Kami berkoordinasi lintas instansi, termasuk dengan pihak Banyuwangi, dan mengimbau nelayan untuk segera melapor jika menemukan sesuatu di laut," tegas AKP Suparta, Senin (2/2).
Seperti diketahui, dari tragedi Juli 2025 KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada 2 Juli 2025 dalam perjalanan dari Ketapang menuju Gilimanuk. Kapal tersebut membawa 65 orang dan 22 unit kendaraan. Dengan penemuan terbaru ini, dari total 65 orang di manifes:
- Selamat: 30 orang
- Meninggal Dunia: 22 orang (termasuk 2 temuan terbaru)
- Hilang: 13 orang.[*]
Editor : Hari Puspita