TABANAN, radarbali.jawapos.com – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) mulai melakukan perbaikan terhadap senderan dari bahu jalan yang jebol penghubung antar Banjar Jadi Desa dan Banjar Pemenang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri Tabanan.
Pengerjaan perbaikan senderan jalan yang jebol akibat hujan deras tersebut diperkirakan akan dilakukan selama dua minggu kedepan.
Sekretaris Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan I Gede Partana mengatakan hujan deras yang terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir ini memicu terjadi kerusakan pada sejumlah infratruktur jalan di Tabanan.
Baca Juga: Jaga Akses Vital, Pemkab Badung Atensi Perbaikan Jalan Jebol di Kerobokan
Salah satu yang kini dalam pengerjaan adalah senderan jalan penghubung antar Banjar Jadi Desa dan Banjar Pemenang, Desa Banjar Anyar.
Senderan pada jalur alternatif menuju objek wisata Alas Kedaton itu diduga longsor akibat tergerus aliran air di bagian bawah. Jebolnya senderan jalan sepanjang 15 meter dengan tinggi 3,5 meter. "Sekarang ini masih dalam proses perbaikan," ujarnya, Minggu (15/2).
Perbaikan senderan dengan memasang batuan sebagai penahan bahu jalan yang jebol. Setelah itu baru dilakukan pengaspalan jalan. Untuk waktu pengerjaan pihaknya menargetkan selama dua minggu. Namun tetap bergantung cuaca.
"Mengingat cuaca terus hujan bisa pengerjaan bisa sampai satu bulan nantinya," jelasnya.
Baca Juga: Terserempet Truk Boks di Jalur Tengkorak Pemotor ini Meninggal di Tempat, Pelaku Diduga Kabur
Sementara saat lokasi jalan jebol baru bisa dilalui oleh kendaraan roda. Pihaknya sudah memasang rambu peringatan di kedua sisi jalan untuk mencegah kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
"Pembiayaan perbaikan jalan jebol menggunakan dana Biaya Tidak Terduga (BTT) kabupaten," ungkapnya.
Selain itu dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan juga mengakibatkan rumah milik I Ketut Warsika, 69.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, menyebutkan longsor pada rumah warga di Banjar Panti itu diduga akibat luapan air dari saluran di sekitarnya yang masuk ke halaman.
Akibat luapan air itu, bagian pagar dan senderan diduga tidak kuat menahan hingga akhirnya longsor. Adapun dimensi bangunan senderan dan pagar yang longsor itu panjangnya sekitar sepuluh meter.
“(Yang longsor) senderan rumah pribadi. (Halamannya) kemasukan air, sehingga senderan rumah sekaligus pagarnya longsor,” ungkap Srinada Giri secara terpisah.
Material tanah dan beton pagar sempat menutup sebagian badan jalan sehingga menutup akses jalan yang ada di depan rumah tersebut.
Usai kejadian, petugas BPBD Tabanan dibantu anggota TNI/Polri serta warga sekitar mengupayakan penanganan darurat agar akses jalan bisa dilalui kendaraan.
Upaya pembersihan material yang menutup jalan terus dilanjutkan pada pagi ini untuk memastikan akses mobilitas warga kembali normal.
"Tidak ada korban jiwa dalam musibah di Banjar Panti tersebut, meskipun pemilik rumah tersebut mengalami kerugian materi akibat struktur senderan dan pagar rumahnya longsor," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan