NEGARA, Radar Bali.id– Kabar duka menyelimuti Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), Ni Made Dwi Arya Wati,36, dikabarkan mengembuskan napas terakhir saat sedang bekerja di Saint Petersburg, Rusia, pada Sabtu (14/2/2026).
Ibu dua anak ini diduga meninggal dunia akibat kelelahan luar biasa setelah menjalani aktivitas kerja yang sangat padat sebagai terapis spa.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, mengonfirmasi kejadian memilukan tersebut. Arya Wati tercatat mulai bekerja di Rusia sejak 4 Agustus 2025 dengan kontrak kerja selama tiga tahun.
"Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat mengeluh kelelahan karena banyaknya pelanggan. Saat kejadian, korban sedang melayani tamu pasangan," ungkap Mirah, Senin (16/2/2026).
Detik-detik meninggalnya korban terbilang mendadak. Sekitar pukul 14.00 waktu setempat, sesaat setelah turun dari tempat tidur pijat untuk beristirahat sejenak, korban tiba-tiba pingsan. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.26 waktu setempat.
Ironisnya, beberapa saat sebelum pingsan, korban masih sempat berkomunikasi dengan rekan-rekannya dan mengucapkan selamat Hari Valentine.
"Dugaan sementara karena kelelahan, apalagi saat ini sedang musim ramai pelanggan di sana. Namun, kami masih menunggu dokumen resmi berupa surat keterangan kematian dari rumah sakit di Rusia," tambah Mirah.
Kepergian Arya Wati meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama kedua anaknya yang masih berusia 18 dan 15 tahun. Saat ini, Disnaker Jembrana terus berkoordinasi dengan P3MI Bali untuk mengupayakan proses pemulangan jenazah ke tanah air.[*]
Editor : Hari Puspita