SINGARAJA , Radar Bali.id – Emosi yang tak terkendali berujung pada tindakan kriminal. MNAP ,14,, seorang pelajar asal Desa Panji, Sukasada, menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, KNW , 42,. Ironisnya, penganiayaan ini dipicu masalah sepele: korban terlambat keluar dari lingkungan sekolah.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) ini telah resmi dilaporkan ke Polres Buleleng dengan nomor laporan LP/B/46/II/2026.
Menurut Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, aksi kekerasan tersebut terjadi di dua lokasi berbeda pada hari yang sama.
"Pelaku memukul korban sebanyak sepuluh kali di bagian kepala saat berada di Jalan Srikandi, Desa Sambangan. Tak berhenti di situ, saat mencari rumput pakan sapi, pelaku kembali memukul kepala korban sebanyak dua kali menggunakan gagang sabit," jelas Iptu Yohana pada Senin (16/2/2026).
Kanit IV PPA Sat Reskrim Polres Buleleng, Iptu Agus Fajar Gumelar, menambahkan bahwa korban berasal dari keluarga broken home. Aksi ini baru terungkap setelah ibu kandung korban pulang dari luar negeri dan mendapati anaknya mengalami luka benjol di kepala.
Saat ini, korban telah menjalani visum et repertum dan pendampingan psikologis. Polisi sempat menawarkan agar korban ditempatkan di rumah aman demi perlindungan, namun pihak keluarga masih mempertimbangkan opsi tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita