NUSA PENIDA, RadarBali.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Nusa Penida sepanjang hari Minggu (22/2/2026) membawa petaka bagi I Putu Marayasa.
Senderan tembok pekarangan rumahnya di Banjar Behu, Desa Bunga Mekar, ambruk sekitar pukul 22.30 WITA setelah tak kuat menahan gerusan air.
Kejadian bermula saat Marayasa tengah beristirahat di dalam rumah di tengah cuaca buruk. Tiba-tiba, suara gemuruh menyerupai tumpukan batu jatuh memecah keheningan malam. Saat diperiksa, Marayasa mendapati pemandangan mengejutkan: senderan di bagian belakang tempat ibadah (Sanggah) keluarganya telah rata dengan tanah.
"Kalau dibiarkan, pelinggih (tempat suci) terancam ambruk karena fondasinya sekarang menggantung, tanah di bawahnya sudah longsor," ujar Marayasa dengan nada khawatir.
Material longsor berupa batu dan tanah sempat menutup sebagian badan jalan desa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meski kerugian material ditaksir mencapai Rp30 juta.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, mengonfirmasi bahwa warga sekitar langsung bergerak cepat secara gotong royong membersihkan material agar akses jalan kembali normal. "Saat ini warga berupaya melakukan perbaikan secara bertahap sembari memantau kondisi cuaca yang masih fluktuatif," jelasnya pada Senin (23/2).[*]
Editor : Hari Puspita