KLUNGKUNG, Radar Bali.id – Hujan deras disertai angin kencang dan kabut tebal yang menyelimuti wilayah Kabupaten Klungkung memaksa otoritas pelabuhan melakukan sistem buka-tutup pada jalur penyeberangan fast boat.
Cuaca buruk ini berdampak pada jadwal keberangkatan kapal penumpang, baik dari daratan Klungkung maupun dari Nusa Penida, pada Selasa (24/2/2026).
Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (UPP) Kelas II Nusa Penida, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, mengungkapkan bahwa keputusan penundaan diambil demi keselamatan pelayaran.
Hingga pukul 14.30 Wita, tercatat sudah terjadi empat kali penundaan keberangkatan akibat jarak pandang yang terbatas dan kondisi perairan yang tidak bersahabat.
"Penundaan ini mengacu pada prakiraan BMKG, laporan nakhoda mengenai kondisi riil di perairan, serta koordinasi antar pelabuhan tujuan. Hingga siang ini, baru 18 kapal yang kami izinkan berangkat dari Nusa Penida," jelas Eka Suyasmin. Angka ini turun drastis dibandingkan rata-rata harian pada bulan Januari yang mencapai 67 kapal per hari.
Kondisi serupa terjadi di Wilayah Kerja Kusamba. Petugas Syahbandar, I Nengah Warnata, menyebutkan operasional sempat tertunda pada pukul 09.30 WITA akibat hujan lebat. Menariknya, tidak terjadi penumpukan penumpang di dermaga meski jadwal terganggu.
"Situasi di pelabuhan terpantau sepi. Tampaknya banyak calon penumpang yang memilih mengurungkan niat untuk menyeberang karena melihat cuaca yang tidak mendukung sejak pagi," tambah Warnata.[*]
Editor : Hari Puspita