TABANAN, Radar Bali.id – Jalur maut Denpasar-Gilimanuk kembali memakan korban. Sebuah kecelakaan hebat yang melibatkan dua truk "adu jangkrik" terjadi di Banjar Dinas Soka Kaja, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, pada Rabu (25/2/2026) pagi sekitar pukul 08.25 Wita.
Kejadian lakalantas tragis ini merenggut nyawa seorang penumpang yang terjepit di dalam kabin kendaraan.
Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Made Berata, mengonfirmasi bahwa insiden ini melibatkan Truk Mitsubishi Tronton (B 9611 WV) yang dikemudikan Prastya Rahmadana Nasution dan Truk Mitsubishi Colt Diesel (DK 8869 DD) yang dikemudikan Martinus Lelu Dappa.
Baca Juga: Petaka di Jalur Tengkorak, Adu Jangkrik Beat vs NMAX di Selemadeg, Satu Pemotor Tewas
Kronologi Kejadian
Kecelakaan bermula saat truk tronton bermuatan logistik melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Saat melintas di jalan lurus, Prastya mencoba menyalip truk lain di depannya.
Namun, dari arah berlawanan, sebuah minibus yang belum diketahui identitasnya melakukan pengereman mendadak untuk menghindari tabrakan dengan tronton tersebut.
Nahas, truk Colt Diesel bermuatan keramik yang berada tepat di belakang minibus tersebut terkejut. Sang sopir, Martinus, refleks membanting stir ke kanan untuk menghindari tabrakan dengan minibus, namun justru berhadapan langsung dengan truk tronton yang sedang menyalip.
"Karena jarak yang sudah sangat dekat, tabrakan tidak terhindarkan di sisi barat as jalan. Bagian depan kanan tronton menghantam keras bagian depan kiri Colt Diesel," ujar AKP Berata.
Korban Jiwa dan Luka-luka
Dampak benturan yang sangat keras membuat kabin truk Colt Diesel ringsek parah. Seorang penumpang bernama Arianto Bule Lero dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terjepit bodi truk.
Sementara itu, satu penumpang lainnya, Arnando Bani, bersama sang sopir Martinus, mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di lapangan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut di jalur tengkorak tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita