SINGARAJA, Radar Bali.id – Suasana pagi di jalur Singaraja-Sudaji berubah mencekam pada Senin (23/2/2026) pagi.
Sebuah kecelakaan maut merenggut nyawa I Nyoman Bhakta Karuna,16, seorang pelajar asal Desa Bebetin yang harus menghembuskan napas terakhirnya usai terlibat tabrakan adu banteng dengan sebuah mobil.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 06.15 Wita di KM 20. Saat itu, korban yang mengendarai Honda Scoopy DK 6069 UAX tengah melaju dari arah selatan menuju utara.
Namun nahas, diduga karena kurang waspada saat melintasi jalan lurus, haluan motor korban terlalu melebar ke kanan hingga memakan jalur lawan.
Benturan Keras, Motor Ringsek Parah
Di saat yang bersamaan, muncul mobil Suzuki ST 100 dengan nomor polisi DK 1830 VP yang dikemudikan oleh Nyoman Supara (51) dari arah berlawanan. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.
Kondisi di TKP pasca kejadian sangat memprihatinkan:
- Sepeda Motor: Mengalami kerusakan total (ringsek) terutama di bagian bodi depan.
- Mobil Suzuki: Mengalami penyok parah pada bagian bodi kanan depan akibat hantaman keras.
Pernyataan Pihak Kepolisian
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengonfirmasi bahwa penyebab sementara kecelakaan adalah murni karena faktor manusia.
"Kesimpulan sementara, pengendara sepeda motor kurang hati-hati karena mengambil haluan terlalu ke kanan sehingga terjadi kecelakaan," ungkap Iptu Yohana pada Rabu (25/2).
Akibat benturan hebat tersebut, korban mengalami Cedera Kepala Berat (CKB) yang fatal. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa siswa SMAN 1 Sawan ini tidak tertolong. "Korban mengalami perdarahan dari telinga dan dinyatakan meninggal dunia di RSU Kertha Usada," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita