SINGARAJA, RadarBali.id– I Gde Made Metera kembali dipercaya menakhodai Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng untuk masa bakti 2026-2031.
Melalui Loka Sabha IX yang digelar di Universitas Panji Sakti (Unipas) pada Kamis (26/2/2026), Metera terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi ini di periode ketiganya.
Dalam struktur kepengurusan baru ini, Metera didampingi oleh I Nyoman Suardika sebagai Sekretaris dan I Made Lestariana sebagai Bendahara.
Baca Juga: Pemedek Tewas Kerauhan Tertembus Keris, Ini Himbauan PHDI Buleleng
Program Prioritas: Pembinaan 'Darmika' Baru
Salah satu tantangan besar yang diangkat Metera adalah tingginya angka sudi wadani (masuk agama Hindu) di Buleleng. Tercatat lebih dari 2.000 umat baru dalam lima tahun terakhir, dengan lonjakan 400 orang pada tahun 2025 saja.
"Banyak dari mereka yang baru resmi menjadi umat Hindu masih memerlukan pendalaman mengenai susastra, tattwa, dan susila. Ini tanggung jawab kami untuk memberikan pembinaan berkelanjutan agar mereka paham ajaran agama secara utuh," jelas Metera.
Mencegah Pernikahan Dini
Selain urusan internal, PHDI Buleleng juga menyoroti isu sosial seperti pernikahan usia dini akibat pergaulan bebas. Metera menegaskan akan bersinergi dengan Pemkab Buleleng dan Forum Lintas Agama untuk memperkuat pembinaan moral bagi generasi muda. Langkah ini juga dinilai strategis sebagai upaya preventif mencegah risiko stunting pada anak.
Harapan Tokoh Masyarakat
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyambut baik terpilihnya pengurus baru. Ia berpesan agar pengurus tidak hanya diam di kantor, melainkan aktif "jemput bola" melayani umat, terutama di era digital yang penuh dengan narasi provokatif.
Hal senada disampaikan Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak. "Pengurus harus jadi penyejuk bagi seluruh umat. Mengingat sekarang tahun 'Kuda Api', dibutuhkan kerja keras dan pengabdian yang nyata hingga ke pelosok desa," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita