NEGARA, Radar Bali.id– Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Jembrana sejak Rabu (4/3/2026) malam hingga Kamis (5/3/2026) dini hari memicu rentetan kejadian pohon tumbang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana mencatat sedikitnya tujuh titik lokasi terdampak oleh cuaca ekstrem tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengonfirmasi bahwa tim TRC langsung diterjunkan secara maraton sejak pukul 23.35 Wita.
Salah satu titik paling krusial berada di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, Desa Dangin Tukadaya, di mana pohon jenis Tangi setinggi 10 meter tumbang menutupi sebagian badan jalan nasional.
"Pohon tersebut tumbang karena angin kencang dan kondisi batangnya yang sudah lapuk. Beruntung arus lalu lintas tetap bisa mengalir sehingga tidak terjadi kemacetan panjang," ujar Agus Artana, Kamis (5/3).
Tak hanya di jalur utama, pohon tumbang juga menutup akses jalan desa di Jalan Awen (Kelurahan Lelateng), Desa Mendoyo Dauh Tukad, hingga Banjar Dauh Pangkung Jangu (Desa Pohsanten). Di Mendoyo, petugas bahkan harus menangani dua titik yang hanya berjarak 500 meter secara bergantian.
Meski sempat menghambat akses transportasi warga, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam rentetan peristiwa ini.
"Kondisi seluruh lokasi sudah kondusif. Kami tetap mengimbau warga untuk waspada, terutama saat hujan lebat disertai angin, karena potensi bencana serupa masih tinggi," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita