Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah! Teror Anjing Gila di Pasar Buleleng, 15 Warga Terluka, Satu Korban Patah Tulang

Eka Prasetya • Senin, 9 Maret 2026 | 08:24 WIB

ilustrasi anjing gila mengamuk gigit orang. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi anjing gila mengamuk gigit orang. (gambar digital gemini/radar bali)

Benar-benar menghebohkan! Suasana hari Minggu (8/3/2026) pagi yang tenang di kawasan Pasar Buleleng berubah menjadi mencekam. Seekor anjing liar yang diduga kuat terinfeksi rabies mengamuk dan menyerang warga secara membabi buta. Sebanyak 15 orang dilaporkan menjadi korban gigitan sebelum hewan tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan.

KEJADIAN bermula sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu, sejumlah pecalang Banjar Adat Delod Peken yang sedang bertugas mengatur parkir di sekitar Puri Kanginan Singaraja melihat seekor anjing liar dengan gerak-gerik mencurigakan.

Lurah Kendran, Made Sumardika, menjelaskan bahwa upaya pecalang untuk menghalau anjing tersebut justru memicu agresivitas hewan tersebut.

"Begitu diusir, anjing itu malah berbalik menyerang warga yang sedang berbelanja. Situasinya sangat cepat dan mengagetkan," ujar Sumardika saat dikonfirmasi kemarin.

Tak berhenti di area pasar, anjing tersebut lari ke arah Kampung Singaraja dan kembali menyerang warga di sekitar Masjid Nurul Mubin. Karena terus memakan korban dan membahayakan nyawa, pecalang terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan anjing tersebut hingga mati di lokasi.

Kondisi Korban

Para korban yang mayoritas berasal dari wilayah Liligundi, Paket Agung, dan Kendran segera dilarikan ke RSUD Buleleng. Dari belasan korban, satu warga bernama Nyoman Aryani,58, harus menjalani perawatan intensif. Selain luka gigitan, ia mengalami patah tulang pada tangan kiri akibat terjatuh atau berjibaku saat serangan terjadi.

Dugaan Kuat Rabies

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat, membenarkan peristiwa berdarah ini. Pihaknya telah menerjunkan tim dokter hewan dari Puskeswan Kecamatan Buleleng untuk mengambil sampel otak anjing tersebut guna uji laboratorium.

"Secara klinis, melihat perilaku dan tingkat agresivitasnya yang sangat tinggi, dugaan kuat memang mengarah ke rabies," tegas Melandrat.

Langkah Antisipasi

Sebagai respons cepat, pemerintah daerah berencana melakukan:

Masyarakat diingatkan jika terkena gigitan anjing, segera cuci luka dengan sabun di air mengalir selama 15 menit dan segera menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan VAR (Vaksin Anti Rabies).[*]

Editor : Hari Puspita
#anjing gigit orang #vaksinasi #anjing gila #rabies #buleleng