NUSA PENIDA, Radar Bali.id – Judi memang tak hanya merusak dompet dan ekonomi seseorang dan keluarga. Tapi juga terlalu sering membawa petaka bagi pelakunya.
Jeratan judi online (judol) kembali memakan korban jiwa. Seorang pemuda berinisial MA,22, asal Kabupaten Lombok Barat, ditemukan tak bernyawa di sebuah toko bangunan di Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (13/3/2026) malam.
Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena depresi setelah mengalami kerugian fantastis mencapai Rp50 juta akibat permainan ketangkasan daring tersebut.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, mengonfirmasi kejadian ulah pati tersebut. "Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Namun, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pastinya," ujar Kompol Kesuma Jaya.
Peristiwa bermula saat MA sempat mencurahkan isi hatinya kepada rekan kerjanya, Ni Kadek Sukerti. Korban mengaku kalut karena kehilangan puluhan juta rupiah di meja judi online.
Meski sempat dinasihati dan berjanji akan berhenti, MA justru ditemukan tergantung di kamar mandi sekitar pukul 20.15 Wita menggunakan selang plastik.
Meski sempat dilarikan ke RS Gema Santi, nyawa pemuda tersebut tidak tertolong. Tim medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain bekas jeratan di leher korban.[*]
Editor : Hari Puspita