PECATU, RadarBali.id– Suasana pagi yang tenang di kawasan Pantai Nyang-Nyang, Desa Pecatu, Kuta Selatan, mendadak berubah mencekam pada Minggu (15/3/2026).
Sesosok jenazah pria warga negara asing (WNA) ditemukan mengapung di perairan, mengejutkan para wisatawan yang tengah menikmati pemandangan dari bibir pantai.
Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 07.30 Wita. Sejumlah pengunjung yang sedang berada di area tebing dan bibir pantai mencurigai adanya benda hitam yang terapung dan terombang-ambing ombak.
Setelah diamati dengan saksama, benda tersebut ternyata adalah tubuh manusia dalam posisi telungkup. Korban terlihat mengenakan pakaian serba hitam, yakni baju lengan panjang dan celana pendek. Menyadari adanya temuan mayat, saksi di lokasi segera melapor ke warga setempat dan pihak berwajib.
Evakuasi di Medan Curam
Laporan penemuan jenazah sampai ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar sekitar pukul 08.30 WITA melalui Babinsa Desa Pecatu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, langsung mengerahkan empat personel tim SAR ke lokasi kejadian. Namun, saat tim tiba, jenazah pria tersebut telah berhasil dievakuasi ke pinggir pantai berkat aksi cepat warga dan petugas penjaga pantai (Balawista).
Tantangan berikutnya muncul saat petugas harus membawa jenazah dari bibir pantai menuju area parkir yang berada di atas tebing. Tim gabungan harus bekerja ekstra hati-hati meniti akses jalan yang curam dan terjal demi menaikkan jenazah ke atas.
Identitas Korban Terungkap
Setelah berhasil dievakuasi ke atas tebing, jenazah langsung dilarikan menggunakan ambulans AL Mandiri Pecatu menuju RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Berdasarkan hasil identifikasi awal, korban diketahui bernama Jonathan Joel Kennedy,39, seorang warga negara asal Inggris.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Belum diketahui secara jelas apakah korban terjatuh dari tebing, terseret arus saat berenang, atau ada faktor lainnya.
"Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Kami terus mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi dengan perwakilan negara korban untuk proses penanganan lebih lanjut," jelas pihak berwenang di lokasi.
Operasi evakuasi ini melibatkan unsur gabungan dari Basarnas Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Babinsa Desa Pecatu, Balawista, hingga masyarakat lokal. [*]
Editor : Hari Puspita