TABANAN, RadarBali.id – Musibah kebakaran menimpa merajan (tempat suci keluarga) milik I Nyoman Suwedana di Banjar Dinas Dukuh, Desa Penebel, Senin (16/3/2026) malam. Dua bangunan pelinggih hangus dilalap si jago merah saat warga sekitar sedang beraktivitas di pura terdekat.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang tengah melakukan pekemitan (berjaga) di Pura Puseh sekitar pukul 19.15 Wita. Api terlihat berkobar hebat dari Pelinggih Kemulan dan Pelinggih Taksu yang terletak di sebelah barat pura.
Kapolsek Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, menjelaskan bahwa warga sempat mencoba memadamkan api secara manual namun kewalahan karena kobaran api cepat membesar.
"Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 20.10 Wita setelah dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi," jelas AKP Alit Mudiarsa.
Hasil penyelidikan awal mengindikasikan bahwa kebakaran dipicu oleh api dupa yang masih menyala usai upacara keagamaan Prayascita. Meski kerugian materiil ditaksir mencapai Rp80 juta, pemilik merajan memilih tidak melanjutkan kasus ini secara hukum dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah murni.[*]
Editor : Hari Puspita