TABANAN, Radar Bali.id – Kecelakaan di jalan raya rupanya masih menjadi momok di wilayah Polres Tabanan. Senin (23/3/2026) menjadi hari kelabu di wilayah hukum Polres Tabanan.
Dua kecelakaan lalu lintas terjadi dalam waktu berdekatan, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis seusai kejadian.
Kecelakaan maut pertama terjadi di Jalan Umum Jurusan Pupuan-Seririt, wilayah Desa Bantiran, sekitar pukul 05.30 Wita. Seorang pejalan kaki lansia bernama Ni Nengah Wasti ,77, tewas seketika setelah tertabrak truk dump dengan nomor polisi DK 8639 HG.
Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Made Berata, menjelaskan bahwa korban diduga menyeberang tanpa melihat situasi jalan. "Nahas, korban tertabrak dan sempat terseret sejauh tujuh meter. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian," jelasnya.
Pengendara Motor Terjun ke Jurang Jembatan
Hanya berselang dua jam, kecelakaan tunggal terjadi di Jembatan Pangkung Berembeng, Desa Bajera. Seorang pemuda asal Bondowoso, Ahmad Sandi Wardana,27, terjun bebas ke bawah jembatan sedalam enam meter bersama motor Vario miliknya.
Faktor Penyebab kejadian ini Adalah disebabkan :
- Korban melaju kencang di jalur menikung.
- Kondisi jalan yang gelap tanpa lampu penerangan.
- Korban diduga tidak menguasai medan sehingga motor melesat ke kanan hingga keluar bahu jalan.
Meski selamat dari maut, Ahmad ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka cedera kepala berat (CKB). Saat ini, korban masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tabanan. Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk lebih waspada, terutama saat melintasi jalur tikungan tajam yang minim penerangan. [*]
Editor : Hari Puspita