SEMARAPURA, Radar Bali.id– Aksi nekat dilakukan oleh seorang buruh proyek asal Dusun Kebinsari, Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember bernama Mohammad Rosiful Akli, 22.
Baca Juga: Bunuh Tiga Anak Kandung, Minum Baygon, Septyan: Saya Kalut
Diduga depresi usai terlibat pertengkaran hebat dengan sang kekasih melalui sambungan telepon, pemuda ini nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak oli bekas pada Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Kondisi Korban Percobaan Bunuh Diri di Klungkung Bali Melemah, Ini yang Dilakukan Tim Medis
Peristiwa mengerikan tersebut terjadi di sebuah bangunan proyek rumah yang berlokasi di Jalan Sedap Malam Barat, Kelurahan Semarapura Klod, Kecamatan Klungkung sekitar pukul 13.10 WITA.
Kapolsek Klungkung, Kompol I Wayan Sujana, saat dikonfirmasi pada Selasa (31/3/2026) membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, kejadian bermula ketika korban tiba di lokasi proyek sekitar pukul 09.00 WITA untuk bekerja menurunkan material pasir.
"Setelah merasa lelah, korban beristirahat. Di sela istirahatnya itu, korban melihat ada sisa minuman keras jenis arak sekitar setengah botol lalu meminumnya sendirian," ungkap Kompol Sujana.
Tak berselang lama setelah menenggak arak, ponsel korban berdering dari sang pacar. Usai menutup telepon tersebut, perilaku korban mendadak berubah drastis. Ia tampak linglung dan terdiam, sebelum akhirnya nekat mengambil botol air mineral berisi oli bekas di sekitar lokasi dan langsung meminumnya.
Akibat cairan kental beracun tersebut, kesadaran korban langsung menurun drastis. Ia dilaporkan sempat berlari-lari histeris dan bertingkah tidak terkendali di jalanan umum. Melihat kondisi darurat itu, rekan kerja korban langsung menghubungi kelian banjar setempat untuk meminta pertolongan.
Beruntung, respons cepat ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Semarapura Klod bersama Kelian Banjar yang langsung tiba di lokasi dan memanggil Ambulans Kris. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Klungkung untuk mendapatkan tindakan medis darurat.
"Pasien sempat muntah-muntah dan mengeluarkan buih serta cairan hitam pekat oli. Namun, setelah kondisinya agak membaik, pasien meminta pulang paksa pada Senin kemarin," pungkas Pranata Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa.[*]
Editor : Hari Puspita