NEGARA, Radar Bali.id - Jalur tengkorak Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk kembali memakan korban. Kecelakaan adu banteng yang melibatkan sebuah mobil travel (mikrobus) dan truk terjadi di Banjar Dangin Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, pada Selasa (31/3/2026) lalu.
Insiden ini sempat membuat arus lalu lintas antarkota tersebut lumpuh.
Baca Juga: Duh! Tragedi Lakalantas Gegara Kendaraan Melawan Arus di Banjarangkan, Klungkung
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 13.30 Wita tersebut melibatkan mobil travel bernomor polisi N 7013 UN dan truk dengan nomor polisi N 9029 UG.
Kerasnya benturan membuat bagian depan kedua kendaraan ringsek parah, hingga menyebabkan kedua sopir sempat terjepit di dalam kabin dan membutuhkan proses evakuasi yang dramatis.
Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi, mengungkapkan bahwa dugaan kuat pemicu kecelakaan ini adalah faktor kelalaian pengemudi travel yang mengantuk saat berkendara.
”Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, proses evakuasi memang membutuhkan waktu yang cukup lama lantaran sopir truk sempat terjepit di dalam bodi kendaraan yang ringsek,” ujar Kompol Suarmadi.
Kronologi bermula saat mobil travel yang dikemudikan oleh Syaiful Rizal Mas Agus (36) melaju dari arah timur (Denpasar) menuju ke Gilimanuk. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), pengemudi mengaku kehilangan kendali.
”Berdasarkan pengakuan sopir travel, yang bersangkutan mengalami micro sleep atau tertidur sesaat karena mengantuk berat. Akibatnya, ia tidak menyadari ada tikungan ke kiri sehingga kendaraannya melaju lurus mengambil jalur berlawanan,” jelas Kapolsek.
Nahas, pada saat yang bersamaan, datang sebuah truk dari arah berlawanan yang dikemudikan oleh Yusuf (46). Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan hebat pada bagian depan kanan kedua kendaraan tak dapat dihindarkan.
Kaca depan kedua kendaraan hancur berhamburan dan bodi bagian depan ringsek tak berbentuk. Sopir truk yang mengalami luka cukup serius langsung dilarikan ke RSU Negara untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, sopir travel beserta kernetnya hanya mengalami luka ringan. Kerugian materiil dari insiden ini ditaksir mencapai Rp 20 juta.
Arus lalu lintas di jalur tersebut sempat diberlakukan sistem buka-tutup untuk mencegah kemacetan total. Petugas berhasil mengevakuasi truk sekitar pukul 14.30 Wita, disusul bangkai mobil travel pada pukul 16.00 Wita.
”Seluruh kendaraan yang terlibat sudah kami amankan di Polres Jembrana. Kami mengimbau keras kepada para pengendara untuk selalu memastikan kondisi fisik prima sebelum berkendara, terutama saat melintasi jalur nasional yang padat dan memiliki banyak tikungan rawan,” pungkas Kompol Suarmadi. [*]
Editor : Hari Puspita