NEGARA, Radar Bali.id – Kenyamanan warga Kelurahan Gilimanuk kembali terusik. Setelah sempat mereda dari bayang-bayang polusi debu dan bau menyengat akibat lalu-lalang truk pengangkut ternak, warga kini harus menelan pil pahit pemadaman listrik akibat ulah angkutan bertubuh bongsor tersebut.
Insiden terbaru terjadi ketika sebuah truk dengan penutup muatan sapi yang terlalu tinggi nekat melintas dan memutus kabel jaringan listrik milik PLN. Akibatnya, aliran listrik ke permukiman warga setempat langsung padam seketika.
"Masalah sebelumnya sebenarnya sudah berakhir. Hanya saja tadi ada kejadian truk terlalu tinggi penutup sapinya hingga memutus kabel PLN dan listrik warga padam," terang Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma.
Keluhan warga Gilimanuk nyatanya tidak hanya sampai di situ. Pada puncaknya pekan lalu, warga meluapkan protes keras hingga menggelar aksi blokade jalan.
Mereka menolak keras maraknya bus dan truk besar yang memanfaatkan gang-gang sempit permukiman sebagai jalur tikus menuju Pelabuhan Gilimanuk saat jalur utama mengalami macet parah.
Selain memutus kabel listrik dan penyedia internet, warga mengeluhkan kerusakan fasilitas umum lainnya seperti badan jalan dan taman.
Warga mendesak pihak Karantina Hewan Satuan Pelayanan Gilimanuk dan instansi terkait untuk segera mengevaluasi kebijakan jalur operasional ini demi keselamatan lingkungan padat penduduk tersebut.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali