Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sudah Pancaroba Menuju Musim Kemarau Jembrana Malah Masih Banjir, BPBD: "Nihil Korban Jiwa, Tetap Waspada!"

Muhammad Basir • Senin, 6 April 2026 | 21:38 WIB
ilustrasi banjir di Jembrana karena cuaca ekstrem. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi banjir di Jembrana karena cuaca ekstrem. (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id- Bulan April ini seharusnya sudah memasuki musim pancaroba, musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Di sejumlah  wilayah di Bali panas terik  mulai terjadi. Seperti di Sebagian Gianyar, Klungkung, Badung, Denpasar hingga Sebagian Karangasem.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Jembrana, Hujan Lebat, Jalur Nasional Terendam, Ratusan KK Terdampak

Namun di sejumlah wilayah, hujan lebat masih terjadi. Seperti di  Tabanan dan Jembrana.  Cuaca ekstrem  dengan hujan lebat hingga menyebabkan banjir masih terjadi.

Di ujung barat Bali, Jembrana, cuaca  ekstrem menyebabkan bencana di sejumlah tempat, yang berakibat banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di beberapa desa dan kelurahan, khususnya di Kecamatan Mendoyo.

Atas kemunculan bencana di saat pancaroba ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Senin (6/4/2026)  menjelaskan, bahwa hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama sehingga memicu limpasan air dan pergerakan tanah di sejumlah titik rawan.

”Tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, penanganan awal, serta penyaluran bantuan darurat di lokasi terdampak,” ujarnya.

Camat Mendoyo, I Putu Nova Noviana, membenarkan bahwa kontur tanah yang berbeda-beda di wilayahnya membuat tingkat kedalaman banjir bervariasi di tiap desa.

Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam rangkaian bencana ini. Hingga Minggu malam, petugas gabungan masih bersiaga di lapangan untuk membersihkan puing-puing longsor dan pohon tumbang.

"Kami terus memonitor situasi dan melakukan asesmen. Kami mengimbau keras agar masyarakat tetap waspada (potensi bencana), karena potensi cuaca ekstrem di wilayah barat Bali ini masih sangat tinggi," tegas I Putu Agus Artana Putra. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#kecamatan mendoyo #pancaroba #bpbd jembrana #banjir #cuaca ekstrem