NEGARA, Radar Bali.id- Bulan April ini seharusnya sudah memasuki musim pancaroba, musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Di sejumlah wilayah di Bali panas terik mulai terjadi. Seperti di Sebagian Gianyar, Klungkung, Badung, Denpasar hingga Sebagian Karangasem.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Jembrana, Hujan Lebat, Jalur Nasional Terendam, Ratusan KK Terdampak
Namun di sejumlah wilayah, hujan lebat masih terjadi. Seperti di Tabanan dan Jembrana. Cuaca ekstrem dengan hujan lebat hingga menyebabkan banjir masih terjadi.
Di ujung barat Bali, Jembrana, cuaca ekstrem menyebabkan bencana di sejumlah tempat, yang berakibat banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di beberapa desa dan kelurahan, khususnya di Kecamatan Mendoyo.
Atas kemunculan bencana di saat pancaroba ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Senin (6/4/2026) menjelaskan, bahwa hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama sehingga memicu limpasan air dan pergerakan tanah di sejumlah titik rawan.
”Tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, penanganan awal, serta penyaluran bantuan darurat di lokasi terdampak,” ujarnya.
Camat Mendoyo, I Putu Nova Noviana, membenarkan bahwa kontur tanah yang berbeda-beda di wilayahnya membuat tingkat kedalaman banjir bervariasi di tiap desa.
Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam rangkaian bencana ini. Hingga Minggu malam, petugas gabungan masih bersiaga di lapangan untuk membersihkan puing-puing longsor dan pohon tumbang.
"Kami terus memonitor situasi dan melakukan asesmen. Kami mengimbau keras agar masyarakat tetap waspada (potensi bencana), karena potensi cuaca ekstrem di wilayah barat Bali ini masih sangat tinggi," tegas I Putu Agus Artana Putra. [*]
Editor : Hari Puspita