Duh, Gagal Menyalip di Jalur Tengkorak, Ibu Nahas Ini Tewas Gegara Tersenggol Truk

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 06:05 WIB
GELAR OLAH TKP : Anggota Polsek Selemadeg Timur, Tabanan yang melakukanolah TKP di lokasi kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk. (foto:ist)
GELAR OLAH TKP : Anggota Polsek Selemadeg Timur, Tabanan yang melakukanolah TKP di lokasi kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk. (foto:ist)

TABANAN, Radar Bali.id – Jalur maut Denpasar–Gilimanuk kembali memakan korban jiwa. Seorang ibu rumah tangga asal Madura, Nurhayati, 33, tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang ditumpanginya tersenggol truk fuso.

Kejadian berlangsung  di wilayah Banjar Dinas Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Senin (6/4/2026) pagi sekitar pukul 08.40 Wita.

Baca Juga: Duh! Tragedi Lakalantas Gegara Kendaraan Melawan Arus di Banjarangkan, Klungkung

Korban yang tinggal di Banjar Dinas Bajera Kaja, Desa Bajera ini sempat dilarikan ke Puskesmas Selemadeg Timur.

Namun, nyawanya tidak tertolong akibat mengalami luka robek parah dan pendarahan berat.

Baca Juga: Lakalantas Maut di Jalan Raya Singaraja-Seririt, Begini Kronologinya

Kronologi Kejadian: Menghindar Truk Misterius

Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Berata, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat suami korban, Harianto, 37, mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DK 4720 GBG dengan membonceng sang istri.

Pasangan suami istri ini melaju dengan kecepatan sedang dari arah barat (Gilimanuk) menuju ke timur (Denpasar). "Saat itu, posisi motor korban melaju beriringan tepat di belakang sebuah truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi DK 8994 FI yang dikemudikan oleh I Nyoman Sukanya, 43," ungkap AKP Gusti Berata.

Petaka terjadi saat melintasi jalan lurus dan datar. Harianto berniat mendahului truk fuso di depannya tersebut dengan mengambil haluan ke kanan.

Namun nahas, dalam waktu yang bersamaan, meluncur kencang sebuah truk tak dikenal dari arah berlawanan (Denpasar menuju Gilimanuk). Terkejut melihat ancaman di depan mata, Harianto secara refleks membanting setir kembali ke arah kiri untuk menghindari tabrakan adu jangkrik.

Tersenggol Body Truk

Upaya penyelamatan diri itu justru berujung fatal. Akibat mendadak kembali ke jalur kiri, sepeda motor Honda Beat milik korban menyenggol bodi samping truk fuso milik Nyoman Sukanya yang hendak disalipnya tadi.

Senggolan keras itu membuat motor oleng dan Harianto beserta istrinya terjatuh keras di sebelah selatan as jalan.

"Akibat insiden ini, Nurhayati dilaporkan meninggal dunia karena mengalami luka yang sangat serius. Sementara sang suami, Harianto, berhasil selamat dari maut," jelas Kasi Humas.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, dugaan sementara kecelakaan dipicu oleh kekuranghati-hatian pengendara motor saat menyalip tanpa mempertimbangkan situasi arus lalu lintas dari arah berlawanan.

"Kasus kecelakaan ini awalnya ditangani oleh Polsek Selemadeg Timur. Namun, karena adanya korban jiwa, kini penanganan perkara sepenuhnya dilimpahkan ke Satlantas Polres Tabanan," pungkas AKP Gusti Berata. [*]

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
lakalantas musibah tabanan selemadeg timur kecelakaan