Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ya Tuhan! Hendak Selamatkan Teman yang Terseret Arus Laut, Agus Suarsa Malah Ditemukan Tewas Digulung Ombak Pantai Saba

I Wayan Widyantara • Rabu, 8 April 2026 | 04:16 WIB
EVAKUASI: Petugas gabungan dari tim SAR dan BPBD Bali saat proses evakuasi jenazah Agus Suarsa di pantai Saba Gianyar, Senin malam 6 April 2026. (istimewa/radarbali.id)
EVAKUASI: Petugas gabungan dari tim SAR dan BPBD Bali saat proses evakuasi jenazah Agus Suarsa di pantai Saba Gianyar, Senin malam 6 April 2026. (istimewa/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Aksi heroik yang dilakukan Agus Suarsa Dharma, 27, berujung duka mendalam.

Warga Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati itu akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah dua hari dinyatakan hilang akibat terseret arus di Pantai Purnama.

Korban ditemukan dalam kondisi terdampar di Pantai Saba pada Senin malam (6/4/2026) sekitar pukul 20.10 WITA.

Baca Juga: Mantan Kadis KLH ​I Made Teja Jadi Tersangka, Pemprov Bali Siapkan Bantuan Hukum dan "Pasang Badan", Begini Harapannya

Peristiwa tragis ini bermula saat korban bersama dua rekannya, termasuk Kadek Raditya, 18, tengah melakukan aktivitas mandi di Pantai Purnama dalam rangka prosesi Banyu Pinaruh pada Minggu (5/4) pagi.

Sekitar pukul 07.30 WITA, tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret salah satu rekannya ke tengah laut.

 Baca Juga: Satgas Pangan Polda Bali Awasi Distribusi Bahan Pokok, Imbau Pelaku Usaha Tak Mainkan Harga

Melihat kondisi tersebut, Agus tanpa ragu berusaha memberikan pertolongan. Upayanya membuahkan hasil setelah berhasil menyelamatkan Raditya dari ganasnya arus laut.

Namun nahas, setelah aksi penyelamatan tersebut, gelombang besar kembali datang dan justru menyeret Agus hingga tenggelam.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 08.00 WITA.

Mendapat informasi tersebut, tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian intensif.

”Korban sempat berhasil menyelamatkan rekannya. Namun setelah itu, gelombang besar kembali datang dan menarik korban hingga tenggelam,” ujarnya.

 Baca Juga: Kuras Brankas Alfamart, Eks Karyawan Gunakan Uang untuk Beli Ponsel dan Main Judol

Operasi pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur SAR. Tim menggunakan dua metode pencarian, yakni penyisiran laut dan darat.

Penyisiran laut dilakukan menggunakan perahu karet dengan jangkauan hingga 1,5 nautical mile dari titik lokasi kejadian. Sementara itu, penyisiran darat dilakukan ke arah timur dan barat sepanjang garis pantai.

Selama proses pencarian, tim menghadapi kendala berupa kondisi gelombang laut yang cukup tinggi. Meski demikian, upaya pencarian tetap berjalan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas di lapangan.

Setelah dua hari pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di pesisir Pantai Saba, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh.

Penemuan bermula dari seorang saksi bernama I Komang Jaya Kesuma yang bersama keluarganya melakukan pencarian mandiri di sepanjang pantai.

Saat itu, saksi melihat sesosok tubuh pria tergeletak di bibir pantai. Setelah dilakukan pemeriksaan, tubuh tersebut dipastikan merupakan Agus Suarsa Dharma yang sebelumnya dilaporkan hilang.

”Setelah dicek, korban dipastikan Agus Suarsa. Temuan itu langsung kami laporkan kepada keluarga dan tim SAR,” ungkapnya.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kabupaten Gianyar menuju RSUD Sanjiwani.

Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 20.54 WITA dengan pengawalan petugas.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Denpasar, TNI AL, Polairud Polres Gianyar, BPBD Gianyar, Balawista, Brimob Polda Bali, Ditsamapta, PMI, serta partisipasi masyarakat setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut, terutama di tengah kondisi gelombang yang tidak menentu.

Apalagi, kegiatan keagamaan seperti Banyu Pinaruh yang kerap dilakukan di pantai memiliki risiko tersendiri apabila tidak disertai dengan kewaspadaan tinggi.

Aksi pengorbanan Agus Suarsa Dharma pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Keberaniannya dalam menyelamatkan nyawa orang lain menjadi bukti nyata nilai kemanusiaan yang patut dikenang.*** 

Editor : M.Ridwan
#Pantai Saba Gianyar #digulung ombak #BPBD Bali #Gianyar Bali