NEGARA, Radar Bali.id– Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jembrana pada Sabtu (4/4/2026) lalu menyisakan duka bagi Ni Luh Darni. Rumah semi permanen miliknya di Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, roboh seketika setelah dihantam angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa bangunan berukuran 3 x 3 meter tersebut tidak mampu menahan terjangan angin yang sangat kuat. Pihak BPBD sendiri baru menerima laporan resmi pada Selasa (7/4/2026) dan langsung menerjunkan tim ke lokasi.
"Begitu menerima laporan, TRC Regu III bersama Pusdalops BPBD Jembrana langsung bergerak untuk melakukan kaji cepat sekaligus menyerahkan bantuan darurat kepada korban," ujar Agus Artana.
Pemilik Rumah Mengungsi
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Saat bangunan roboh, pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri. Meski demikian, kerugian materiil tidak terelakkan karena bangunan kini tidak lagi bisa ditempati.
Untuk sementara waktu, Ni Luh Darni memilih mengungsi ke rumah anaknya guna menghindari potensi bahaya susulan. "Langkah ini diambil demi keselamatan, mengingat kondisi cuaca saat ini masih sering mendung dan berpotensi terjadi angin kencang susulan di wilayah tersebut," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita