TABANAN, Radar Bali.id — Jalanan di Kabupaten Tabanan kembali memakan korban jiwa. Dalam kurun waktu satu hari, dua nyawa melayang dalam dua kecelakaan maut yang terjadi di lokasi berbeda pada Rabu (15/4/2026).
Tragedi ini melibatkan adu jangkrik pikap vs truk di jalur tengkorak serta kecelakaan akibat rem blong di Selemadeg Barat.
Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Made Berata, mengonfirmasi bahwa kedua insiden tersebut kini sedang ditangani secara intensif oleh Satlantas Polres Tabanan.
Baca Juga: AJAIB! Rem Blong, Motor PCX Terjun ke Jurang 50 Meter di Kintamani: Ayah dan Anak Selamat
Maut di Jalur Tengkorak, Sopir Pikap Tewas Terjepit
Kecelakaan pertama terjadi di Jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, sekitar pukul 16.10 Wita.
Baca Juga: Ya, Tuhan, Gegara Rem Blong, Sopir Truk Asal Lombok Ini Tewas Terjepit Kecelakaan Maut di Karangasem
Peristiwa bermula saat sebuah truk Mitsubishi N 8488 EW yang dikemudikan Ahmad Yuana melaju dari arah barat (Gilimanuk) menuju timur (Denpasar). Secara mengejutkan, dari arah berlawanan, sebuah mobil pikap bernopol DK 8414 DH nekat menyalip kendaraan di depannya hingga masuk ke jalur truk.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan "adu jangkrik" tidak terelakkan. Benturan keras tersebut membuat bagian depan pikap ringsek parah.
"Sopir mobil pikap yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut tewas di lokasi kejadian. Korban meninggal dunia setelah terjepit bodi depan kendaraan yang ringsek," ungkap AKP Berata, Kamis (16/4/2026).
Rem Blong di Selemadeg Barat: Satu Pemotor Tewas
Tak lama berselang, duka kembali menyelimuti wilayah Selemadeg Barat. Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jurusan Suraberata-Belatungan, tepatnya di Banjar Dinas Delod Ceking, Desa Lumbung Kauh.
Kali ini, sebuah truk bernopol W 8523 EC yang dikemudikan Moch Mariyanto diduga mengalami rem blong saat melintasi jalanan menurun. Di saat bersamaan, datang sepeda motor Honda Vario DK 3673 KBQ yang dikendarai Kadek Dwi Darsana berboncengan dengan Kadek Wahyu Dipa Pramana dari arah bawah (selatan).
Panik karena rem tidak berfungsi, sopir truk mencoba menyelamatkan situasi dengan membanting setir ke arah kanan menuju tebing. Namun nahas, truk tersebut justru menghantam sepeda motor korban. Akibat hantaman keras tersebut, penumpang motor bernama Kadek Wahyu Dipa Pramana dinyatakan meninggal dunia.
"Dugaan kuat kecelakaan ini dipicu oleh kondisi truk yang mengalami rem blong, sehingga sopir kehilangan kendali dan menabrak pemotor," tegas AKP Berata.
Imbauan Polisi
Atas rentetan kejadian tragis ini, Polres Tabanan kembali mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu mengecek kondisi kelaikan kendaraan sebelum bepergian, terutama sistem pengereman bagi kendaraan besar. Selain itu, pengendara diminta tidak memaksakan diri menyalip di jalur berbahaya yang minim pandangan. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali