Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ya Tuhan! Pemulung Asal Jember Ditemukan Meninggal di Bale Bengong Setra Pitik

I Wayan Widyantara • Jumat, 17 April 2026 | 20:28 WIB
TKP: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi ditemukannya jasad pemulung di bale bengong kawasan Setra Pitik, Denpasar Selatan, Rabu (15/4) malam. (IS/radarbali.id)
TKP: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi ditemukannya jasad pemulung di bale bengong kawasan Setra Pitik, Denpasar Selatan, Rabu (15/4) malam. (IS/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Seorang pria bernama Moesye, 53, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, ditemukan meninggal dunia di sebuah bale bengong di kawasan Setra Pitik, Jalan Pura Dalem Penataran Anyar, Banjar Pitik, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (15/4) sekitar pukul 23.00 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi terbujur kaku dengan posisi terlentang.

Saat pertama kali ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa. Ia terbaring dengan kepala mengarah ke barat, kedua tangan berada di atas kepala, dan kaki menjulur ke bawah. Korban hanya mengenakan celana pendek putih, sementara kaos abu-abu miliknya tergeletak di samping tubuhnya.

Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan seorang warga, Hasya Seno Akbar Sasongko (27). Ia mengaku telah melihat korban sejak siang hari sekitar pukul 11.00 WITA dalam posisi tidur-tiduran di bale bengong saat dirinya beristirahat di wantilan setempat.

 Baca Juga: Gelar Perkara, Made Hiroki Berpotensi Jadi Tersangka KDRT, Penyidikan Bergulir

Sekitar pukul 13.00 WITA, saksi meninggalkan lokasi. Namun saat kembali melintas pada pukul 23.00 WITA, ia mendapati korban masih berada dalam posisi yang sama tanpa menunjukkan tanda-tanda pergerakan.

Merasa ada yang tidak beres, saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepala lingkungan dan Polsek Denpasar Selatan.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi lokasi bersama tim identifikasi Polresta Denpasar.

”Petugas langsung melakukan olah TKP, memasang garis polisi, dan meminta keterangan dari para saksi,” ujarnya, Kamis (16/4).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Darah yang terlihat pada tubuh korban diduga berasal dari gigitan semut. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban meninggal bukan akibat tindak kriminal.

Saksi lain, I Ketut Darta (50), juga mengaku sempat melihat korban sekitar pukul 15.30 WITA saat sedang membersihkan area wantilan pura. Saat itu, korban masih terlihat tidur di lokasi.

Namun pada malam hari sekitar pukul 23.30 WITA, ia mendapat informasi adanya seseorang yang meninggal dunia di tempat tersebut. Ketika tiba di lokasi, korban masih dalam posisi yang sama dan telah dipastikan meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kota Denpasar menuju kamar jenazah RSUP Prof dr I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, atasan korban, Chairul Umam (41), mengatakan terakhir kali melihat korban pada pagi hari sebelum bekerja. Ia menyebut korban memiliki riwayat penyakit stroke ringan dan diabetes.

”Dari hasil identifikasi sementara, korban meninggal diduga karena sakit,” kata Iptu Azel.***

Editor : M.Ridwan
#moesye #pemulung meninggal #polsek denpasar selatan