NEGARA, Radar Bali.id – Sebuah unggahan viral di media sosial mengenai dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap siswi SMP di Mendoyo akhirnya menemui titik terang.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana memastikan bahwa kasus tersebut murni akibat salah tafsir singkatan.
Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan bahwa pesan singkat yang memicu kegaduhan tersebut berisi ajakan "Ayo kita ML". Namun, konteks sebenarnya jauh dari kesan mesum.
Baca Juga: Pornografi Marak di Kalangan Anak Muda, Buleleng Bentuk Gugus Tugas Pornografi, Ini Targetnya
Fakta di Balik Layar:
- Hobi Game: Guru yang bersangkutan adalah pembina e-sport di sekolah.
- Maksud Pesan: Singkatan "ML" yang dimaksud adalah gim Mobile Legends, bukan hal negatif.
- Pemicu Viral: Pesan tersebut dibaca oleh teman siswi, disalahartikan, lalu menyebar hingga sampai ke telinga anggota DPD RI.
"Anak-anak sebenarnya bingung kenapa masalah ini jadi ramai, karena bagi mereka bermain gim bersama guru adalah hal biasa," ungkap Anom Saputra setelah mengklarifikasi pihak sekolah dan orang tua.
Meski begitu, Polres Jembrana tetap melakukan pendalaman kasus untuk memastikan tidak ada unsur pidana.
Baca Juga: Dituntut Delapan Tahun, Terdakwa Penyebar Pornografi di Jembrana Divonis Tujuh Tahun Penjara
Di sisi lain, UPTD PPA Jembrana juga telah menyiapkan pendampingan psikologis jika sang siswi merasa tertekan akibat kegaduhan yang terlanjur viral tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita