DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Keributan melibatkan sekitar 15 hingga 20 orang terjadi di Jalan Tunjung Biru, Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (26/4/2026) dini hari.
Insiden tersebut berbuntut pada pengerusakan sebuah mobil Toyota Innova DK 1302 ADF milik warga kos, serta ancaman terhadap sejumlah penghuni rumah kos. Polisi memastikan satu orang terlibat telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Korban, Chevy Agung Martadewa, 30, pemilik mobil sekaligus penghuni kos di kawasan tersebut, mengatakan ia baru mengetahui kendaraannya dirusak pada pagi hari.
Baca Juga: Tabanan Bentuk Satgas Khusus Per 1 Mei, TPA Mandung Haramkan Sampah Non Residu!
”Sekitar pukul 07.00 Wita saya lihat kaca belakang mobil sudah pecah. Di dalam juga ada batu yang diduga digunakan untuk melempar. Saya tidak tahu motifnya karena saya tidak terlibat masalah dengan siapa pun,” ujarnya.
Ia menjelaskan mobil tersebut adalah kendaraan rental yang kini telah dibawa ke gudang untuk diperbaiki, dengan kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp1,5 juta.
Chevy mengaku mendapat informasi dari pemilik kos bahwa sebelum kejadian, sekelompok orang sempat terlibat keributan di sekitar lokasi.
”Saya diberi tahu ada ribut-ribut malam itu. Dugaan sementara mungkin ada yang melempar mobil saya saat keributan. Tapi saya tidak kenal siapa pelakunya,” katanya.
Berdasarkan keterangan para saksi, keributan bermula dari aktivitas minum minuman beralkohol oleh sejumlah penghuni kos. Salah satu terduga pelaku, Gregorius Andrean Solo, 22, menjelaskan bahwa ia bersama beberapa temannya awalnya berkumpul untuk mengerjakan tugas, kemudian makan dan dilanjutkan dengan minum miras.
Sekitar tengah malam, beberapa orang lain bergabung, termasuk Andre Nani dan Ino Nani.
Baca Juga: Sambangi Singaraja, Wamenag Sebut Buleleng sebagai Laboratorium Kerukunan Beragama
”Ketika itu Andre sempat menelepon dengan suara keras hingga ditegur tetangga. Teguran itu tidak diterima sehingga terjadi keributan. Saat saya mencoba melerai, gelas tidak sengaja tersenggol dan pecah, lalu mengenai kaki istri dari tetangga tersebut,” ujarnya.
Ia menyebut situasi sempat mereda, namun kemudian terjadi kembali cekcok yang berujung pada pemukulan. Andrean Solo mengaku sempat meninggalkan lokasi, namun kembali sekitar satu jam kemudian bersama temannya.
”Saat kembali ke lokasi, kami langsung dilempari batu. Saya melihat ada yang membawa parang sehingga saya memilih melarikan diri,” katanya.
Saksi lain, Ketut Arik, 35, warga setempat, mengatakan dirinya terbangun sekitar pukul 01.00 Wita karena suara keributan.
”Saya mendengar suara letupan dan melihat ada orang yang membawa parang. Dari informasi warga, jumlah orang yang terlibat sekitar 15 sampai 20 orang,” ujarnya.
Keterangan serupa disampaikan Kepala Dusun setempat, I Putu Dodik Aryawan. Ia mengaku mendapat laporan dari warga sekitar pukul 02.43 Wita terkait adanya keributan.
”Warga melaporkan ada aksi saling lempar batu. Saat kami bersama pecalang tiba di lokasi, situasi sudah bubar. Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa keributan melibatkan penghuni kos di kamar nomor 10,” katanya.
Penghuni kos lainnya, Mardianto Tanggela (24), mengaku sempat merasa terancam. Ia menyebut saat keluar kamar untuk membantu memindahkan sepeda motor, tiba-tiba ada sekelompok orang datang dan mengancam.
”Mereka mengatakan mencari penghuni kamar nomor 10 dan jika tidak ditemukan, seluruh penghuni kos akan dikeluarkan keesokan harinya. Jumlah mereka sekitar 20 orang dan beberapa membawa senjata tajam,” ujarnya.
Ia juga menyebut salah satu penghuni kos mengalami luka gores di bagian perut yang diduga akibat lemparan benda keras.
Sementara itu, saksi lainnya, Kristian Ama Kii (21), menyebut keributan berawal dari persoalan sepele saat gelas pecah mengenai kaki Ino Nani.
”Sempat dilerai, namun karena salah satu pihak merasa tidak terima, ia kembali ke lokasi untuk mencari orang yang memukulnya. Karena jumlah orang yang datang cukup banyak, situasi tidak bisa dikendalikan,” katanya.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa salah satu terlibat keributan telah diamankan.
”Salah satu pelaku atas nama Andre Soloh sudah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Kejadian ini dipicu oleh perselisihan antarindividu yang diduga dalam pengaruh minuman keras,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kelompok lain yang terlibat dalam keributan tersebut.
”Kami masih mendalami keterlibatan kelompok lain yang diperkirakan berjumlah 15 sampai 20 orang, termasuk yang diduga membawa senjata tajam. Semua pihak yang terlibat akan dimintai keterangan,” katanya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila terjadi gangguan keamanan untuk mencegah kejadian serupa. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.***
Editor : M.Ridwan