Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Heboh! Lumba-Lumba Hidung Botol Ditemukan Terdampar di Pantai Batu Kebo, Jembrana

Muhammad Basir • Selasa, 28 April 2026 | 06:18 WIB
MENGAGETKAN : Lumba lumba yang ditemukan mati terdampar di pesisir Pantai Batu Kebo, Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya. (foto: Polsek Melaya)
MENGAGETKAN : Lumba lumba yang ditemukan mati terdampar di pesisir Pantai Batu Kebo, Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya. (foto: Polsek Melaya)

NEGARA, Radar Bali.id – Suasana tenang di pesisir Pantai Batu Kebo, Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya, mendadak gempar pada Senin (27/4/2026) pagi.

 Seekor mamalia laut dilindungi jenis lumba-lumba hidung botol ditemukan terdampar dalam kondisi tak bernyawa di bibir pantai.

Baca Juga: Dari Drama Ikan Paus Terdampar di Selat Bali: Hebohkan Warga, Menanti Air Laut Pasang untuk Bisa Kembali ke Samudera

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat bernama Aulia,35. Sekitar pukul 07.00 Wita, saat sedang menyisir pantai, ia dikagetkan dengan pemandangan sosok hitam besar yang terbujur kaku di atas pasir.

Baca Juga: Terdampar di Pantai Bunutan, Karangasem, Ini Data Fisik Ikan Paus Sperma

"Warga melihat ada lumba-lumba terdampar di pantai dalam kondisi sudah mati," ujar Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, saat dikonfirmasi.

Pemeriksaan Fisik: Nihil Tanda Kekerasan

Menerima laporan tersebut, jajaran Polsek Melaya segera meluncur ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pada tubuh mamalia malang tersebut, petugas tidak menemukan adanya luka atau bekas kekerasan.

Dugaan kuat muncul bahwa lumba-lumba ini mati karena faktor alami di tengah lautan sebelum akhirnya terseret arus dan terdampar di daratan.

Langkah Antisipasi Lingkungan

Mengingat bangkai hewan dapat menimbulkan risiko kesehatan dan aroma tidak sedap bagi warga sekitar, kepolisian langsung berkoordinasi untuk melakukan proses evakuasi.

"Penguburan dilakukan segera agar tidak menimbulkan bau menyengat," jelas Kapolsek Sukadana.

Imbauan Bagi Masyarakat

Kapolsek juga memberikan apresiasi kepada warga yang sigap melapor. Ia mengimbau agar masyarakat pesisir tidak ragu untuk segera menghubungi pihak berwajib jika kembali menemukan fenomena serupa di masa mendatang.

"Kecepatan laporan warga sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan sesuai prosedur yang berlaku bagi hewan dilindungi," tutupnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#ikan lumba-lumba #pemeriksaan ikan #ikan terdampar #Melaya Jembrana #mamalia laut