BADUNG, radarbali.jawapos.com — Peristiwa keributan yang terjadi di sebuah minimarket di kawasan Jimbaran, Bali, viral di media sosial setelah beredar video di platform TikTok.
Insiden tersebut terjadi di Coco Mart, Jalan Taman Griya, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Jumat (1/5/2026) malam.
Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra, dalam siaran persnya menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 20.30 dan dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 22.50.
”Peristiwa ini bermula dari aktivitas siaran langsung di TikTok yang dilakukan oleh saksi bersama dua rekannya, di mana terjadi challenge gift mawar yang berujung kesalahpahaman,” ujar I Gede Adi Saputra, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: Sepekan Tanpa Jejak, Pencarian Lansia yang Hilang di Gunung Batukaru Resmi Dihentikan
Menurut keterangan polisi, saksi berinisial KGDG,14, seorang pelajar, saat itu sedang melakukan live TikTok bersama dua rekannya, AR dan BI. Dalam siaran tersebut, terdapat tantangan (challenge) gift mawar yang mengharuskan salah satu peserta menerima ketukan di kepala.
Namun, BI tidak menerima perlakuan tersebut sehingga memicu emosi. ”Kesalahpahaman tersebut kemudian berkembang menjadi konflik fisik setelah salah satu pihak merasa didorong dan tidak terima,” jelasnya.
Situasi semakin memanas ketika pihak keluarga turut terlibat. Kakak dari BI disebut tidak terima adiknya dipukul, sementara pihak lain juga menghadirkan kerabat untuk membela.
Keributan pun meluas di sekitar lokasi minimarket, bahkan salah satu pihak diketahui membawa benda berupa besi dan setang sepeda.
Akibat kejadian tersebut, warga sekitar berdatangan dan kerumunan pun tak terhindarkan. Situasi menjadi tidak kondusif hingga akhirnya aparat kepolisian turun tangan untuk mengamankan keadaan.
Saksi lain, MS,19, yang merupakan karyawan swasta, memberikan keterangan bahwa dirinya awalnya tidak berada di lokasi saat kejadian bermula. Ia mengaku dihubungi oleh temannya yang meminta bantuan setelah mengaku dipukul.
Baca Juga: Trio Asing Bali United Masih Absen Jelang Bertandang Lawan Madura United
”Saya baru pulang kerja sekitar setengah delapan malam dari proyek di Kedonganan, lalu ditelepon teman yang bilang dipukul dan minta saya datang,” ujar MS.
MS mengatakan, setibanya di lokasi, ia melihat keributan sudah terjadi dan berusaha melerai bersama beberapa orang lainnya. Situasi sempat mereda, namun kembali memanas saat mereka meninggalkan lokasi.
”Di tengah perjalanan dekat Coco Mart, kami dicegat dan ditanya soal kejadian. Kami sudah bilang tidak tahu karena hanya datang untuk melerai,” katanya.
Namun, tidak lama kemudian, sekelompok orang datang dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap MS dan teman-temannya.
”Mereka langsung mengeroyok kami, lalu dibawa ke sebuah banjar, diikat pakai tali, dan dipukul lagi,” ungkapnya.
Setelah itu, korban kembali dibawa ke lokasi awal di Coco Mart dan kembali mengalami pengeroyokan sebelum akhirnya polisi datang mengamankan situasi.
Polisi mengidentifikasi dua terduga pelaku dalam kejadian tersebut, yakni BAA,17 dan MRA M,17, keduanya berasal dari Banyuwangi.
Keduanya juga mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
”Terduga pelaku pertama mengalami luka di wajah dan bagian belakang kepala, sementara terduga pelaku kedua mengalami luka ringan di bibir dan tangan,” jelas I Gede Adi Saputra.
Meski sempat memicu ketegangan, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Kesepakatan damai telah dibuat dan ditandatangani oleh masing-masing pihak.
”Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan permasalahan ini secara hukum dan menjamin tidak akan ada aksi balasan di kemudian hari,” tutupnya.***
Editor : M.Ridwan