NUSA PENIDA, RadarBali.id – Pemandangan antrean panjang kendaraan menghiasi sejumlah Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) serta SPBU di Kecamatan Nusa Penida dalam tiga hari terakhir.
Meski tampak mengkhawatirkan, pihak kepolisian menegaskan bahwa kondisi ini bukan dipicu oleh kelangkaan stok, melainkan lonjakan drastis kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Meroket, Polsek Melaya Perketat Pengawasan SPBU
Titik Kepadatan Utama
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma, mengerahkan Unit Intelkam untuk memantau situasi di lapangan. Hasilnya, antrean terkonsentrasi di tiga titik vital:
1. APMS Batumulapan
2. APMS Sental
3. SPBU Banjar Nyuh
"Tingginya mobilitas kendaraan wisata, keterbatasan akses jalan, dan jadwal kedatangan wisatawan yang padat dari Pelabuhan Sanur menjadi pemicu utama kepadatan ini," ujar Kompol Kesuma, Rabu (6/5/2026).
Stok Dipastikan Tetap Aman
Berdasarkan data ketersediaan per 6 Mei, pasokan BBM di Nusa Penida masih mencukupi. Di APMS Batumulapan saja, terdapat stok Pertamax mencapai 12.300 liter dengan tambahan kiriman 32 ribu liter.
Begitu pula di titik lain seperti SPBU Banjar Nyuh yang memiliki stok Pertalite hingga 16.797 liter.
Imbauan untuk Warga dan Wisatawan
Polsek Nusa Penida kini telah memploting personel di titik-titik rawan untuk mengatur arus lalu lintas. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
"Stok aman dan distribusi berjalan normal. Kami minta masyarakat tertib dan tidak membeli secara berlebihan," tutup Kapolsek.[*]
Editor : Hari Puspita