Astaga! Tragedi di Kintamani, Balita 3 Tahun Tewas Tenggelam di Bak Penampungan Air, Begini Kejadiannya

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Sabtu, 9 Mei 2026 | 21:09 WIB
SIAPKAN REKONSTRUKSI : Aparat kepolisian dari Polsek Kintamani, Bangli, mendatangi lokasi kejadian. (Foto: Polsek Kintamani)
SIAPKAN REKONSTRUKSI : Aparat kepolisian dari Polsek Kintamani, Bangli, mendatangi lokasi kejadian. (Foto: Polsek Kintamani)

KINTAMANI, RadarBali.id –Musibah memilukan terjadi di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bangli.

Baca Juga: Duh, Dewa Ratu, Balita Empat  Tahun di Kintamani Tewas Diduga Digigit Anjing

Seorang balita laki-laki berinisial GM,3, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di bak penampungan air milik keluarganya saat bermain di area ladang, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Buleleng Darurat DBD, Seorang Balita Meninggal Dunia, 109 Kasus Tercatat Sejak Awal Tahun

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu, korban bersama ibunya, I Wayan Adiani, sedang berada di ladang.

Sang ibu kemudian meninggalkan korban sejenak untuk bekerja di sekitar lokasi bak penampungan air. Korban diketahui sedang bermain bersama temannya, Ni Ketut Okta ,5, yang merupakan anak tetangga.

Kecurigaan muncul saat ibu korban tidak lagi melihat keberadaan anaknya. Setelah mencari bersama sang suami ke penjuru ladang, korban ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di dasar bak penampungan air.

Hasil Pemeriksaan Medis

Ayah korban langsung mengevakuasi tubuh GM ke Klinik Pratama Era Medika. Namun sayang, meski telah dilakukan observasi selama dua jam dan pemeriksaan jantung (EKG), nyawa balita tersebut tidak tertolong.

 Bibir korban sudah membiru dan napas serta nadinya telah hilang.

Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja R, mengonfirmasi kejadian ini. "Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal akibat tenggelam dan terlambat mendapat pertolongan," jelasnya pada Sabtu (9/5/2026).

 Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan menolak proses otopsi.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
tenggelam musibah Kintamani Bangli balita Bak penampungan air