TABANAN, Radar Bali.id – Setelah sempat dihentikan dan menyisakan tanda tanya besar, teka-teki hilangnya I Made Dibia,84, di lereng Gunung Batukaru akhirnya terjawab.
Baca Juga: Terpisah dari Rombongan, Pendaki Lansia 84 Tahun Hilang di Hutan Gunung Batukaru
Lansia asal Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang sedalam 100 meter pada Sabtu (9/5/2026).
Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan tim pencari yang mencium aroma menyengat di sekitar jalur pendakian. Awalnya, petugas menduga bau tersebut berasal dari bangkai hewan liar yang juga ditemukan di lokasi.
Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, aroma tersebut ternyata menuntun petugas ke posisi jasad korban yang sudah mulai membusuk.
"Posisi jenazah berada di dalam jurang dengan kedalaman kurang lebih 90 hingga 100 meter. Korban sudah dinyatakan hilang selama 15 hari hingga hari ini," ungkap Kabag Ops Polres Tabanan, Kompol I Made Tama, Minggu (10/1/2026).
Evakuasi Dramatis dengan Teknik Vertical Rescue
Meski posisi jasad sudah diketahui sejak Sabtu siang pukul 14.00 Wita, proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan. Medan yang ekstrem berupa tebing curam ditambah cuaca buruk—hujan deras dan kabut tebal—memaksa tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan relawan menunda operasi hingga Minggu pagi.
Proses evakuasi pada Minggu kemarin berlangsung dramatis. Tim penyelamat harus menggunakan teknik vertical rescue untuk menjangkau dasar jurang.
Dua personel ahli diturunkan menggunakan peralatan tali khusus menuju kedalaman 100 meter untuk membungkus jasad korban ke dalam kantong jenazah.
"Petugas harus berjuang ekstra menuruni tebing. Dua rescuer turun menggunakan tali untuk membungkus jenazah sebelum ditarik ke atas dengan sangat hati-hati," jelas Kompol Made Tama.
Perjuangan tim gabungan akhirnya membuahkan hasil pada pukul 12.30 Wita. Setelah berhasil diangkat ke permukaan, jasad korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Setra Desa Jegu.
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima musibah ini sebagai takdir dan menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras seluruh petugas yang tak kenal lelah melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan dipulangkan ke desa kelahirannya.[*]
Editor : Hari Puspita