TABANAN, Radar Bali.id – Sejumlah nasabah Koperasi Jasa Sumber Rejeki Indonesia mendatangi Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan, Senin (11/5/2026).
Kedatangan mereka bertujuan untuk mengadukan nasib uang simpanan mereka senilai ratusan juta rupiah yang tak kunjung bisa dicairkan.
Baca Juga: Ngeri! Porsi Dana Desa 70 persen Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Para Perbekel di Bali Pengeng
Para nasabah mengaku tergiur dengan iming-iming bunga tinggi sebesar 10 persen melalui program investasi penyertaan modal usaha.
Koperasi yang berlokasi di Jalan Raya Tanah Lot, Desa Pandak Gede, Kediri ini diketahui bergerak dalam bidang komoditas seperti gula aren dan gula pasir.
Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Rekrut Manajer, Bali Butuh Berapa?
Salah satu korban, I Putu Alit Segara Putra, menceritakan awalnya ia menyetor Rp10 juta pada Agustus 2024. Selama lima bulan pertama, pembagian keuntungan berjalan lancar, sehingga ia berani menambah nilai investasinya hingga mencapai Rp394 juta.
"Namun sejak awal 2025, pembayaran macet total. Saat kami datangi kantor koperasinya, ternyata sudah tutup," keluh Alit.
Senasib dengan Alit, I Made Ardana juga kehilangan dana sebesar Rp285 juta. Ia menduga korban dari koperasi ini mencapai puluhan orang dengan total kerugian ditaksir menyentuh angka miliaran rupiah.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Tabanan, I Gede Nengah Sugiarta, berjanji akan segera memanggil pengurus koperasi untuk dimintai keterangan.
“Kami akan pelajari duduk masalahnya dan segera memediasi antara nasabah dengan pengurus agar ada solusi terbaik,” tegas Sugiarta.
Di sisi lain, Ketua Koperasi Jasa Sumber Rejeki Indonesia, Gusti Ayu Nyoman Indrawati, saat dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan detail. Ia hanya menjawab singkat bahwa pihak pengelola sedang berupaya mencari jalan keluar.
"Kami sedang berusaha melakukan pengembalian uang nasabah, sudah ada surat pernyataan yang kami buat," ujarnya singkat.[*]
Editor : Hari Puspita