Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ular Kobra Sepanjang 3,5 Meter Bikin Geger Suraberata, Dievakuasi saat Berburu Tikus

Juliadi Radar Bali • Minggu, 24 Mei 2026 | 21:32 WIB
DITANGKAP : Tim Reptil Asih Tabanan menangkap ular kobra yang meresahkan warga Banjar Suraberata, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg  . (ist)
DITANGKAP : Tim Reptil Asih Tabanan menangkap ular kobra yang meresahkan warga Banjar Suraberata, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg . (ist)

TABANAN, Radar Bali.id - Warga Banjar Suraberata, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg dibuat geger seketika pada Minggu (24/5/2026).

Pemicunya, seekor ular jenis King Cobra (Ophiophagus hannah) berukuran jumbo dengan panjang mencapai 3,5 meter nekat menerobos masuk ke areal pemukiman warga dan memicu keresahan massal.

Baca Juga: Badah! Ular Piton Menyelinap Masuk Rumah Warga Sukawati, Damkar Gianyar Ingatkan Waspada Musim Hujan

Beruntung, satwa melata berbisa mematikan ini berhasil dievakuasi oleh Tim Reptil Asih Tabanan.

Proses evakuasi berjalan cukup menegangkan dan memakan waktu. Ular King Kobra berjenis kelamin jantan tersebut akhirnya berhasil diringkus saat bersembunyi di areal perkebunan pisang milik warga setempat.

Aksi penjinakan ini dieksekusi langsung oleh pawang senior dari Tim Reptil Asih, I Kadek Adi Saputra alias Ray Cobra.

Baca Juga: Awas! Musim Kawin, Ular Kobra Masuk Rumah Warga di Tabanan

Ketua Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, membenarkan bahwa ular raksasa tersebut kini telah berhasil diamankan dan langsung dievakuasi ke tempat penangkaran yang jauh lebih aman dari jangkauan manusia.

"Beruntung saat proses evakuasi tadi anggota kami tidak menemukan kesulitan berarti karena posisi ular cukup mudah terdeteksi setelah dilaporkan warga," ungkap Astrid.

Menurut analisisnya, kemunculan ular king kobra di lingkungan warga murni karena urusan isi perut. "Biasanya kalau ular sudah berani masuk ke perkebunan atau pemukiman, mereka sedang berburu mangsa, terutama tikus yang banyak berkeliaran di sekitar rumah warga," jelasnya.

Astrid mengimbau keras masyarakat agar tidak mencoba-coba menangkap atau mengeksekusi ular berbisa secara mandiri tanpa keahlian khusus karena risikonya adalah taruhan nyawa. Jika kembali ditemukan ada satwa berbahaya, warga diminta langsung berkoordinasi dengan aparat desa atau mengontak tim penyelamat terkait.

Disinggung mengenai siklus biologis kobra, Astrid memaparkan bahwa saat ini bukanlah musim bertelur. Biasanya, musim bertelur ular kobra terjadi pada kisaran Oktober hingga November, dan baru akan menetas pada Desember. Fenomena turunnya kobra ke pemukiman saat ini mengindikasikan bahwa habitat asli mereka di dalam hutan sedang terancam atau rantai makanan di alam liar sudah mulai menipis. [*]

Editor : Hari Puspita
#king cobra #penangkapan ular #tabanan #Selemadeg Tabanan #satwa liar