KINTAMANI, Radar Bali .id– Warga Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Bangli mendadak gempar. Seorang ibu rumah tangga berinisial NJA,40, ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di areal perkebunan milik warga setempat di Banjar Bukit Tungtung, Desa Songan B, pada Minggu pagi (24/5/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.
Korban diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, yakni diduga meminum racun akibat didera beban psikologis yang berat.
Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja R., saat dikonfirmasi pada Senin (25/5/2026) membenarkan adanya laporan peristiwa mengenaskan tersebut.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang hendak beraktivitas di kebun.
Saat ditemukan, korban sudah terbujur kaku dengan kondisi fisik yang mengindikasikan gejala keracunan, di mana terdapat cairan busa yang keluar dari rongga hidungnya.
Kecurigaan polisi semakin diperkuat dengan temuan sebuah botol kosong bekas kemasan racun pertanian jenis fungisida di sekitar lokasi penemuan jasad korban.
”Dari olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, kuat dugaan korban meninggal dunia akibat menengak racun tersebut. Korban sendiri kesehariannya bekerja sebagai petani dan statusnya merupakan seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya sejak setahun yang lalu,” terang Kompol Dwi Puja.
Mengenai latar belakang aksi nekat tersebut, pihak kepolisian menduga korban mengalami tekanan psikologis atau depresi yang mendalam terkait kondisi pribadinya belakangan ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban yang sebelumnya sudah memiliki anak dari pernikahan terdahulu ini diketahui tengah berbadan dua pascaditinggal pergi oleh mendiang suaminya.
”Diduga kuat korban mengalami depresi atau merasa tertekan secara sosial karena kondisi kehamilannya tersebut. Saat ini jenazah sudah ditangani dan pihak keluarga telah mengikhlaskan peristiwa ini sebagai sebuah musibah,” ujar Kapolsek Kintamani. [*]
Editor : Hari Puspita