SINGARAJA, Radar Bali.id – Warga Banjar Dinas Goris Asri, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng mendadak digegerkan dengan aroma menyengat dari sebuah rumah kos-kosan pada Senin pagi (25/5/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.
Setelah ditelusuri, sumber bau busuk tersebut berasal dari sesosok mayat pria yang terbujur kaku di dalam kamarnya.
Korban diketahui bernama Muh. Ardiansyah Idul Manzil, 36, seorang warga yang berasal dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Informasi yang dihimpun, korban diketahui sudah menempati kamar kos tersebut selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Baca Juga: Lagi, Nelayan Jembrana Temukan Jenazah Penumpang Kapal KMP Tunu Pratama Jaya, Total Temuan 44 Orang
Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap saat seorang warga setempat bernama Luh Sulastri, 54, datang ke area kos-kosan tersebut untuk melakukan aktivitas bersih-bersih rutin.
Saat melintas, saksi curiga melihat pintu kamar kos korban dalam keadaan sedikit terbuka, dibarengi dengan embusan bau busuk yang sangat menyengat.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan penemuan mayat tersebut. ”Saat saksi mengintip dari luar kamar, terlihat korban sudah dalam keadaan terbujur kaku di atas tempat tidur dengan posisi kepala menghadap ke arah barat,” jelas Iptu Yohana, Senin kemarin.
Didera rasa takut, saksi langsung memanggil anaknya untuk memastikan kondisi korban, sebelum akhirnya melaporkan temuan tersebut ke mapolsek terdekat. Tak berselang lama, personel Polsek Gerokgak langsung tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis dari Puskesmas Gerokgak II, kondisi jasad korban diperkirakan sudah meninggal dunia sejak beberapa hari lalu. Petugas menemukan adanya lebam mayat di sekujur tubuh, pembusukan yang mulai merata, bahkan terdapat belatung pada bagian jari tangan kanan korban.
Meski demikian, tim medis menegaskan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun luka akibat senjata tajam pada tubuh korban. Untuk memastikan penyebab pasti kematiannya, pihak kepolisian kini mengajukan permohonan visum et repertum.
”Pihak keluarga korban di Jawa saat ini belum bisa dihubungi. Untuk sementara waktu, jenazah korban dititipkan di Kamar Jenazah RSUD Kabupaten Buleleng sembari kami melakukan penyelidikan mendalam,” lanjut Iptu Yohana.
Hingga saat ini, aktivitas sehari-hari maupun riwayat pekerjaan korban di Bali belum diketahui secara pasti oleh warga sekitar. Saksi mata mengaku terakhir kali sempat mengobrol dengan korban pada Jumat sore (22/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, dan saat itu korban tidak ada mengeluh sakit.
Sementara itu, seorang perempuan yang sebelumnya diakui korban sebagai istrinya diketahui sudah pulang ke Jawa sejak dua bulan lalu. [*]
Editor : Hari Puspita