Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dua Kelompok WNA Bentrok Berdarah di Jade by Todd English, Polisi Segel Klub, Balasan Pelaku Diselidiki, Ini Pemicunya

Andre Sulla • Selasa, 26 Mei 2026 | 04:30 WIB
NYARIS REMUK: Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba pimpin oleh TKP di Jade Diskotek, Jalan Pemelisan, Kuta Utara, mendadak berubah mencekam, Jumat dini hari (22/5/2025) sekitar pukul 01.30 WITA (ist/radarbali.id)
NYARIS REMUK: Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba pimpin oleh TKP di Jade Diskotek, Jalan Pemelisan, Kuta Utara, mendadak berubah mencekam, Jumat dini hari (22/5/2025) sekitar pukul 01.30 WITA (ist/radarbali.id)

 

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com  – Dentuman musik keras dan sorot lampu pesta di Jade by Todd English, Jalan Pemelisan Agung, Tibubeneng, Kuta Utara, mendadak berubah jadi arena keributan berdarah, Jumat dini hari (22/5/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

Dua kelompok warga negara asing (WNA) terlibat bentrok brutal di tengah padatnya pengunjung tempat hiburan malam tersebut.

Aksi saling dorong dan adu pukul pecah di dalam klub malam yang saat itu dipenuhi ratusan tamu asing. Situasi semakin kacau setelah salah satu kelompok diduga melempar gelas ke arah lawannya.

Lemparan itu memantik amarah hingga kedua kubu langsung terlibat perkelahian massal. Tak hanya baku hantam, para pelaku juga menggunakan botol minuman dan pecahan kaca sebagai senjata.

Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa WNA tampak terluka akibat sabetan pecahan botol. Darah terlihat berceceran di lantai diskotik, sementara pengunjung lain panik berhamburan keluar lokasi.

Sejumlah tamu yang mencoba melerai justru ikut menjadi sasaran amukan kedua kelompok tersebut. Mereka diserang secara membabi buta saat suasana di dalam ruangan makin tak terkendali.

Baca Juga: Muncul Aroma Menyengat dari Kamar Kos di Pejarakan, Ternyata Pria Asal Pasuruan Ditemukan Tewas Membusuk

Petugas keamanan diskotik akhirnya turun tangan memisahkan kedua kelompok yang bertikai. Korban yang mengalami luka cukup serius langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

PS Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat Seksi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti membenarkan insiden berdarah tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan intensif.

“Memang benar adanya kejadian perkelahian antara dua kelompok WNA itu. Bapak Kapolres bersama jajaran Satreskrim langsung turun ke TKP untuk mendalami keterangan saksi dan memeriksa rekaman CCTV,” ungkapnya, Senin (25/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan sementara, bentrokan melibatkan kurang lebih 14 WNA yang terbagi dalam dua kelompok, masing-masing tujuh orang dan. Keributan bermula saat kedua kelompok yang duduk bersebelahan meja terlibat cekcok mulut.

 Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali, Hari Ini Selasa (26/5/2026) : Tetap Waspada Bagi yang Beraktivitas di Laut

“Awalnya saling adu argumen. Lalu ada yang melempar gelas hingga kedua kelompok berdiri dan terjadi adu jotos. Situasi memanas karena mereka menggunakan pecahan botol sebagai senjata,” jelasnya.

Polisi menduga minuman keras menjadi salah satu pemicu emosi para pelaku. Selain itu, kondisi tempat hiburan yang dipadati pengunjung juga disebut memperbesar potensi gesekan.

Berdasarkan keterangan manajemen, saat kejadian tercatat ada 462 tamu keluar-masuk di dalam klub malam tersebut. Padahal, ruangan berukuran sekitar 20 x 30 meter itu hanya memiliki 41 meja dan kapasitas ideal kurang dari 100 orang.

“Ruangan itu kurang representatif jika diisi terlalu banyak pengunjung. Kondisi padat memicu senggolan yang akhirnya berkembang menjadi pertikaian,” beber Inastuti.

Untuk kepentingan penyelidikan, Satreskrim Polres Badung langsung mensterilkan lokasi dan memasang garis polisi. Operasional Jade by Todd English pun dihentikan sementara waktu.

"Kami masih selidiki identitas para pelaku," tutupnya. Sementara itu, Humas Jade by Todd English, Rara, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Badung dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian. “Saat ini sudah ditangani pihak berwajib. Operasional sementara masih tutup dan lokasi masih dipasangi garis polisi,” singkatnya.***

Editor : M.Ridwan
#Jade by Todd English #kuta utara #bentrok berdarah